<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644</id><updated>2012-02-16T20:40:46.838-08:00</updated><category term='olahraga'/><category term='interior'/><category term='desain pasar'/><category term='teras'/><category term='modern'/><category term='batam'/><category term='cihampelas'/><category term='hong kong'/><category term='klien'/><category term='tugu'/><category term='event'/><category term='jakarta utara'/><category term='zaha hadid'/><category term='desain dapur'/><category term='museum'/><category term='kota tua'/><category term='alam'/><category term='dan brown'/><category term='inacraft'/><category term='kartini'/><category term='adipura'/><category term='properti'/><category term='politik'/><category term='desain dinding'/><category term='bengkulu'/><category term='taman'/><category term='betawi'/><category term='bung karno'/><category term='interior yacht'/><category term='jorn utzon'/><category term='sei jodoh'/><category term='chanel'/><category term='romo mangun'/><category term='ulang tahun'/><category term='salihara'/><category term='sejarah'/><category term='lahan hijau'/><category term='architect+'/><category term='ekologis'/><category term='cinere'/><category term='pameran'/><category term='lost symbol'/><category term='islam'/><category term='jepara'/><category term='teknik desain'/><category term='bandung'/><category term='congress library'/><category term='global warming'/><category term='masjid'/><category term='bandara'/><category term='kali code'/><category term='desain rumah'/><category term='jakarta barat'/><category term='makna kota'/><category term='proses desain'/><category term='kematian'/><category term='arsitektur'/><category term='sendang sono'/><category term='senayan'/><category term='cinta'/><category term='masjid jami&apos;'/><category term='kamar mandi'/><category term='toilet'/><category term='jakarta'/><category term='desain rumah sakit'/><category term='desain di atas air'/><category term='borobudur'/><category term='buku'/><category term='sydney opera house'/><category term='bangunan tua'/><category term='makassar'/><category term='arsitektur green'/><category term='seni'/><category term='trend desain'/><category term='mall'/><category term='kriya'/><category term='desain ramah lingkungan'/><category term='yogyakarta'/><category term='arsitek'/><category term='cara berpikir arsitek'/><category term='konservasi'/><category term='desain baru'/><category term='washington'/><category term='teknologi dapur'/><category term='kebebasan mendesain'/><category term='mewah'/><category term='majalah'/><category term='sastra'/><title type='text'>...saya masih arsitek (!)</title><subtitle type='html'>"karena saya mencintai arsitektur, ijinkan saya menuangkan opini, ide, pemikiran, dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-5114544769723815214</id><published>2011-07-26T04:56:00.000-07:00</published><updated>2011-08-02T08:53:07.213-07:00</updated><title type='text'>Cara Mudah Mendapatkan Kenyamanan di Rumah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sFjwGZpYV9Y/TjgdCsAnboI/AAAAAAAAATU/RzGotKcmK9U/s1600/IMG_7862.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-sFjwGZpYV9Y/TjgdCsAnboI/AAAAAAAAATU/RzGotKcmK9U/s320/IMG_7862.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih rumah yang nyaman itu? Rumah nyaman berarti rumah harus mewadahi kebutuhan individu (pemilik dan pengguna rumah). Kebutuhan individu itu diantaranya adalah ruang yang mewadahi hobi dan juga aktivitas multitasking (berbeda namun dilakukan bersamaan).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mewadahi Kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rumah nyaman juga berarti memenuhi kebutuhan rumah itu sendiri, seperti udara dan cahaya, yang  membuat bahan bangunan tidak  mudah rusak karena lembap. Kebutuhan sirkulasi udara diperlukan oleh bangunan itu sendiri, karena ada material yang harus berada dalam kondisi udara yang baik. Misalnya gipsum, yang tak tahan lembap, atau dinding yang seringkali terkena air, harus kering dengan aliran udara dan cahaya yang baik. Rumah pun sebaiknya mewadahi kebutuhan lingkungan. Kebutuhan lingkungan antara lain, aksesibilitas (tak menggangu lalu lintas), inspiratif (jadi solusi panca indera),&amp; jadi tempat penghijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seimbang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memenuhi kebutuhan penghuni dan lingkungannya, rumah pun harus seimbang. Keseimbangan yang dimaksud adalah adanya interaksi berkesinambungan antara beberapa hal yang memberi makna. Diantaranya adalah keseimbangan antara elemen kosong-isi. Keseimbangan antara elemen diam-bergerak. Keseimbangan antara bidang terang-gelap,dan keseimbangan penggunaan elemen artifisial dan alami di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Keseimbangan kosong-isi, berarti membuat ruang dan bangunan memiliki bagian yang lebih padat pada posisi tertentu, dan kosong pada posisi lain. Posisi ini tergantung pada kebutuhan individu. Apakah ingin suasana yang lebih dinamis atau lebih statis. Ruang yang memiliki isi bisa menjadi ruang fungsional, penyimpanan barang, dan ruang yang kosong bisa jadi ruang pandang, dan ruang sirkulasi orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Keseimbangan diam dan bergerak, berarti membuat komposisi ruang yang memainkan unsur bergerak di satu sisi , dan diam di sisi lain.Unsur bergerak itu bisa berupa pepohonan yang memiliki daun yang bisa bergerak saat tertiup angin, atau aliran air yang mengalir. Unsur bergerak bisa juga diwakili oleh pola-pola geometris yang dinamis. Unsur diam bisa dari furnitur yang ada di ruangan, atau elemen bangunan yang diposisikan berdampingan dengan elemen bergerak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Keseimbangan selanjutnya adalah keseimbangan yang memainkan unsur terang dan gelap.  Permainan terang dan gelap yang seimbang bisa menguatkan dimensi ruang. Dimensi ruang yang terlihat kuat bisa membuat ruangan jadi lebih berkarakter, penuh kesan, dan kontemplatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang menarik, ternyata masing-masing jenis keseimbangan tadi mewakili unsur Yin (unsur statis atau dingin), dan Yang (unsur dinamis atau gairah) pada ruangan. Memainkan unsur-unsur keseimbangan pada ruangan, ternyata bisa membentuk karakter penghuni rumah, lho . Karakter bisa muncul dari perilaku yang berulang. Sedangkan perilaku sendiri muncul dari cara kita beraktivitas menanggapi sebuah persoalan. Persoalan yang bisa diselesaikan dengan baik membawa perilaku yang baik, dan begitu pula sebaiknya. Penataan dan desain ruangan, adalah sebuah solusi atas persoalan pewadahan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mewadahi Interaksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia aspek lain yang membuat rumah jadi nyaman adalah kemampuan ruang mewadahi interaksi penghuninya. Interkatif: ruang-ruangnya bisa mewadahi aktivitas berkomunikasi dengan intensif. Interaktif juga berarti menjadikan elemen alam (cahaya, udara, air) terhubung dengan erat dengan panca indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi tak hanya berbentuk verbal, tapi keempat indera yang lain bisa ikut “berkomunikasi”.  Saat kelima indera berkomunikasi, didapatlah  data yang nantinya bisa diolah otak. Dari data yang didapat, akan terstimulasi dalam gerak dan rasa. Kenyamanan di indera mempengaruhi kenyamanan rasa dan  menjadi kesan yang diingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan di rumah bisa didapatkan tanpa mengubah banyak hal. Kembali introspeksi diri, ketahui kebutuhan diri &amp; lingkungan, itu kuncinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-5114544769723815214?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/5114544769723815214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=5114544769723815214&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5114544769723815214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5114544769723815214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2011/07/cara-mudah-mendapatkan-kenyamanan-di.html' title='Cara Mudah Mendapatkan Kenyamanan di Rumah'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sFjwGZpYV9Y/TjgdCsAnboI/AAAAAAAAATU/RzGotKcmK9U/s72-c/IMG_7862.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-2195527698695303801</id><published>2011-05-10T02:56:00.001-07:00</published><updated>2011-05-10T03:15:32.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid jami&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bung karno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bengkulu'/><title type='text'>Jejak Arsitektur Soekarno di Bengkulu</title><content type='html'>Saat berkunjung ke Bengkulu, saya menyempatkan diri untuk mendatangi rumah pengasingan Presiden Soekarno di masa pra kemerdekaan. Tempat ini menjadi tujuan wisata kota Bengkulu, saya menemui banyak toko suvenir, warung makan, dan penginapan tak jauh dari rumah tersebut. Di kanan kiri rumah sedang ada pembangunan gedung, kata penjaga rumah, gedung di kiri rumah untuk ruang pertemuan, sementara di kanannya akan dibangun hotel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2RNuILcOh3s/TckLODVlmeI/AAAAAAAAAKU/36quZiCM3JU/s1600/rumah-bungkarno.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2RNuILcOh3s/TckLODVlmeI/AAAAAAAAAKU/36quZiCM3JU/s200/rumah-bungkarno.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605023547281218018" /&gt;&lt;/a&gt; Saya cukup membayar Rp 2.500 saja untuk bisa masuk ke dalam rumah. Rumah pengasingan ini sesungguhnya milik seorang saudagar Cina yang disewa oleh pemerintah Belanda untuk "membuang" Bung Karno di tahun 1938. Saya bisa melihat ornamen Cina pada lubang angin di atas pintu dan jendela. Rumah penuh buku yang pernah dibaca Bung Karno selama pengasingan. Saya membayangkan Bung Karno membaca buku-buku itu di beranda depan atau belakang yang adem. Halaman di sekitar rumah luas dan posisi rumah masuk ke dalam, jauh dari jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Bung Karno di pengasingan tidak hanya diam membaca buku. Sebagai seorang arsitek, beliau merancang beberapa bangunan di Bengkulu. Ada 4 rumah tinggal, tapi hanya 2 yang terbangun: rumah kembar untuk refendaris residen dan rumah seorang demang. Bung Karno juga merenovasi masjid Jami' Bengkulu yang kini menjadi ikon kota Bengkulu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1N6P5g2ZgRI/TckMz9ZOb8I/AAAAAAAAAKs/YzyOo2nFALo/s1600/rumahtinggal.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1N6P5g2ZgRI/TckMz9ZOb8I/AAAAAAAAAKs/YzyOo2nFALo/s400/rumahtinggal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605025298032521154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mbak Yuke Ardhiati pernah menulis dalam disertasinya yang hebat soal kearsitekan Bung Karno: pada tahun ketika diasingkan di Bengkulu merupakan periode awal intelektual Bung Karno sebagai insinyur-arsitek. Dalam disertasi itu pun terungkap bahwa Bung Karno mengidolakan Frank Lloyd Wright yang diturunkan oleh Prof. Schoemaker, guru arsitektur Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-FiYS4stL3-w/TckOfmjPJlI/AAAAAAAAAK8/UCoXx-tmfpk/s1600/mesjidjami.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FiYS4stL3-w/TckOfmjPJlI/AAAAAAAAAK8/UCoXx-tmfpk/s200/mesjidjami.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605027147326367314" /&gt;&lt;/a&gt; Bung Karno di Bengkulu ternyata juga membuat usaha mebel. Nama tokonya?  Perusahaan Mebel Sukamerindu, sesuai dengan nama jalan tempat toko itu ada. Toko ini beliau bangun bersama dengan pengusaha Cina bernama Oei Tjeng Hien. Bung Karno bertindak sebagai desainer furnitur. Mereka pun pernah mengikuti pasar malam untuk memamerkan desain-desain mebel. Dan Bung Karno pernah membuatkan meja rias untuk Fatmawati, gadis asli Bengkulu yang dijumpai saat pengasingan dan kelak menjadi ibu negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di kiri ini adalah bangunan Masjid Jami' Bengkulu.  Dalam suasana penuh keprihatinan, Bung Karno tetap bisa menghasilkan karya arsitektur. Beliau menjalani pengasingan di Bengkulu hingga 1942.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-2195527698695303801?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/2195527698695303801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=2195527698695303801&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2195527698695303801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2195527698695303801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2011/05/jejak-arsitektur-soekarno-di-bengkulu.html' title='Jejak Arsitektur Soekarno di Bengkulu'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2RNuILcOh3s/TckLODVlmeI/AAAAAAAAAKU/36quZiCM3JU/s72-c/rumah-bungkarno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-2209985306271710378</id><published>2011-01-26T03:27:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:16:50.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain di atas air'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interior yacht'/><title type='text'>Designing for The Sun Chaser</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/TUAF8a6PKUI/AAAAAAAAAMY/pRvzV38cHEY/s1600/Feadship-SL39-Go-4.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 136px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566455675003808066" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/TUAF8a6PKUI/AAAAAAAAAMY/pRvzV38cHEY/s200/Feadship-SL39-Go-4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mendesain tempat tinggal di atas tanah itu biasa. Mendesain tempat tinggal di atas air itu barulah luar biasa. Hehee..setidaknya itulah yang saya rasakan karena baru kali pertama studio kami mendesain yacht. Walaupun saya hanya tangan kedua dalam desain yacht ini, tapi saya “harus tau” bagaimana menciptakan interior kapal yang aman dan nyaman dihuni.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kliennya adalah pasangan Bruce dan David. Awalnya mereka tinggal di sebuah apartemen di kawasan Central, Hong Kong. Berniat menjual apartemen mereka dan beralih tinggal di atas laut dan hidup nomaden. Kebayang nikmatnya pindah-pindah rumah setiap akhir minggu tanpa harus bongkar-pasang isi rumah, mau mancing tinggal duduk di pinggir teras belakang, makan malam di alam terbuka di tengah samudera, atau sekadar duduk malas-malasan di atas deck kapal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya kenikmatan itu hanya akan dirasakan oleh klien, sementara desainernya mesti putar otak bagaimana memenuhi permintaan klien untuk desain interior kapalnya. Badan kapal ini hasil rancangan dari “arsitek kapal” asal Thailand. Interior kapal terdiri dari 3 tingkat : tingkat paling atas roofdeck, bar, dan ruang kemudi, bagian tengah untuk dapur - ruang makan - dan ruang keluarga, sementara ruang paling bawah adalah kamar-kamar tidur dan toilet. Pertama kali mendapat proyek mendesain interior yacht, yang terpikir adalah “apa yang membedakan interior rumah dengan interior kapal?” Secara garis besar sih sama saja. Karena kapal ini akan dijadikan tempat tinggal, tentu kebutuhan rumah standar juga diterapkan di dalam kapal, seperti kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, ruang makan, dapur, dan teras, kecuali garasi/ carport. Tambahan ruang antara lain ruang kemudi dan ruang mesin. Kapal ini memiliki 2 teras, 1 teras berada di bagian tengah kapal berhadapan langsung dengan ruang keluarga. Satu teras lagi berada di paling atas kapal dekat ruang kemudi. Teras terbuka ini dimanfaatkan sebagai tempat barbeque dan ruang duduk outdoor (sunbathing area).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membedakan dengan interior rumah adalah pada detil-detil desainnya. Hal pertama yang harus diperhatikan dalam mendesain interior kapal adalah keamanan (safety). Karena kapal tidak pernah stabil alias selalu bergerak (walaupun kadang sangat minim untuk kapal-kapal besar) maka sudut-sudut runcing dalam disain dihindari. Terutama sudut meja dan tempat tidur dibuat melengkung. Di beberapa area terbuka bahkan dindingnya perlu dilapisi padded leather.&lt;br /&gt;Desain meja atau kitchen counter juga perlu perhatian ekstra. Pinggiran meja diberi pembatas setinggi kurang lebih 1cm sepanjang sisinya untuk menghindari benda-benda diatasnya tergeser dan jatuh. Exhaust hood yang biasanya terletak di atas kompor, diganti dengan exhaust set yang menempel pada dinding bawah kompor (mirip di teppanyaki itu lho). Lemari penyimpanan dibuat semaksimal mungkin. Furnitur-furnitur kecil yang mudah tergeser dibuatkan permanen atau sistem built in. Misalnya, kursi bar (stools) yang tinggi dibuat permanen. Lemari untuk menyimpan gelas atau botol beling harus ada pegangan khusus di dalamnya agar gelas tidak saling bertumbuk. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal-hal baru yang akan saya temui dan mesti dipelajari dalam proses mendesain interior yacht ini. There’s nothing more fun than learning new things, rite guys? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-2209985306271710378?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/2209985306271710378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=2209985306271710378&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2209985306271710378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2209985306271710378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2011/01/designing-for-sun-chaser.html' title='Designing for The Sun Chaser'/><author><name>si anis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17581417399462329318</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_uDbn_dwTdYU/R8KOCWrOU-I/AAAAAAAAAB4/QtLlZLkkhY8/S220/rumpimania.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/TUAF8a6PKUI/AAAAAAAAAMY/pRvzV38cHEY/s72-c/Feadship-SL39-Go-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-9204619539276195329</id><published>2011-01-25T17:14:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:17:26.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain rumah sakit'/><title type='text'>Rumah Sembuh</title><content type='html'>Keluarga besar saya tinggal di Surabaya. Beberapa kali saya mesti ke sana untuk menengok saudara yang sakit, terutama yang sudah berusia lanjut. Jadi, masuk-keluar bangunan rumah sakit di sana sudah lumrah bagi saya. Sakitnya tidak hanya hitungan hari, bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan, kadang harus berganti-ganti rumah sakit tergantung perkembangan si sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang sedang sakit biasanya dirawat di Rumah Sakit Darmo dan Rumah Sakit Islam Jemur Sari. RS Darmo, karena dokter-dokternya dianggap lebih senior dan piawai, sedangkan RSI Jemur Sari dekat dengan lokasi tempat tinggal beberapa keluarga. Ada juga rumah sakit lainnya, tapi yang 2 saya sebut di atas lebih sering saya kunjungi sehingga meninggalkan beberapa kesan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang dengan bangunan 2 rumah sakit itu, sebab keduanya berdesain yang nyaman untuk manusia tropis seperti saya. Ada taman-taman di sisi-sisi koridor rumah sakit lengkap dengan pohon dan perdu-perduan. Kami para penunggu si sakit bisa duduk-duduk di kursi atau dinding pembatas rendah di pinggir-pinggir taman. Jangan salah, di rumah sakit bukan cuma pasien yang menderita, keluarganya juga sama. Mereka pasti lelah dan tak jarang stres karena kesulitan biaya. Juga ahli medis dan jajarannya yang bekerja siang malam. Bagi saya, adanya taman membuat suasana lebih ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, saya juga senang dengan teras-terasnya yang lebar (karena untuk kebutuhan sirkulasi di rumah sakit) dan koridornya berada di sisi luar bangunan, bersebelahan dengan taman-taman itu. Selasar-selasar panjang yang terbuka membuat udara dapat berganti setiap saat, dan bagi saya ini menyenangkan. Bedakan bila rumah sakit bersetting gedung tertutup yang kiri-kanannya tembok yang tertutup. Saya membayangkan si sakit barangkali sedikit terhibur dengan suasana begini. Syukur-syukur kalau bisa sekalian menyembuhkan penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena keterbatasan lahan, rumah sakit sulit untuk menjadi lebih manusiawi. RS Darmo memang bangunan Belanda yang berlahan luas sehingga bisa menciptakan lansekap di sana-sini. Tapi, RSI yang baru terbangun sekitar awal 2000-an dan lahannya terbatas juga tetap bisa memiliki banyak taman. Memang ruang rawat inapnya mungkin tidak seberapa, mungkin arsitek atau ownernya lebih mementingkan suasana yang nyaman bagi si sakit dan orang yang menunggu ketimbang sisi bisnis. Paradigma mendesain rumah sakit barangkali perlu mendapat pencerahan. Semoga pada desain-desain yang baru tak ada lagi rumah sakit yang membuat orang-orang di dalamnya semakin sakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-9204619539276195329?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/9204619539276195329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=9204619539276195329&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/9204619539276195329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/9204619539276195329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2011/01/rumah-sembuh.html' title='Rumah Sembuh'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-2182557090414982807</id><published>2011-01-24T13:17:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:18:06.413-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangunan tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cihampelas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konservasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Bandung Memakan Sejarahnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://smg.photobucket.com/albums/v112/jekiii/?action=view&amp;amp;current=pemandiancihampelas.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v112/jekiii/pemandiancihampelas.jpg" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan saya menjadi, ketika pemandian Cihampelas kini rata dengan tanah. Saya selalu percaya, bahwa sebuah perbuatan yang menghasilkan karya, baik itu karya merusak maupun karya yang membangun, akan menjadi trigger untuk perbuatan selanjutnya. Simpelnya, mirip dengan karma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena masalah spiritualitas. Ini adalah logis. ketika kita berkarya, kita menemukan level pemikiran utuh pada karya tersebut. Apalagi jika karya itu menjadi sebuah langkah besar hidup kita. Kengo Kuma pun berpaham bahwa karya nya adalah trigger untuk lingkungan sekitarnya. kita, adalah lingkungan kita, disadari ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandian Cihampelas memang bermakna sejarah. Ini  bukan cerita romantis tentang kehadirannya, tetapi lebih kepada keterkaitan terhadap sebuah sejarah besar kota Bandung  yang pernah menjadi tolok ukur tata kota modern asia pada jamannya. Pemandian Cihampelas ini, walaupun memang tak tampak signifikan mempengaruhi ruang kota setelah tertutup oleh bangunan kampus besar di depannya, tetaplah berpengaruh pada pembentukan sejarah tata kota Bandung. Ia telah rata, rata dengan ambisi besar menciptakan sebuah wadah baru untuk stakeholder baru kota Bandung, para pendatang dan pemodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rencana besar, dengan energi besar, kini tengah menggerus sejarah Bandung. Trigger berupa penghancuran pemandian Cihampelas kini benar-benar menyebar ke bangunan sejarah lainnya, Pemandian Centrum, dan bahkan beberapa bangunan tua di braga. Bangunan-bangunan yang terakhir disebut, masih sangat mempengaruhi shape ruang kota khas Parisj van Java. Saya khawatir, ini bukan masalah kerusakan bangunan yang menakuti kita, tapi rusaknya ruang-ruang kota yang berawal dari rusaknya shape ruang kota itu. Akhirnya, kerusakan ruang kota hanya akan merusak spora-spora aktivitas yang berusaha mencari makna di ruang kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gerakan elegan selayaknya dihimpun. Bukan untuk melawan ambisi, tapi mengolah ambisi. Ambisi untuk mewadahi ego-ego stakeholder bandung yang ingin kenyamanan. Ambisi inilah yang bisa diolah dengan cara cerdas: Menggiring Stakeholder Bandung untuk Menghargai Sejarah Bandung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Cihampelas: by Agah Nugraha Muharam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-2182557090414982807?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/2182557090414982807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=2182557090414982807&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2182557090414982807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2182557090414982807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2011/01/bandung-memakan-sejarahnya.html' title='Bandung Memakan Sejarahnya'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-2845270707928912544</id><published>2010-10-16T03:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:18:34.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sei jodoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain pasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batam'/><title type='text'>Kisah sedih pasar sei jodoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TLpCqw5E18I/AAAAAAAAAJo/mu-TeLitthk/s1600/IMG00190-20101015-1656.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TLpCqw5E18I/AAAAAAAAAJo/mu-TeLitthk/s200/IMG00190-20101015-1656.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528804794996938690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak ada hal yang lebih menyedihkan daripada menyaksikan bangunan yang terabaikan. Karya arsitektur pasti melalui satu proses panjang yang melibatkan pikiran, hati, lingkungan, dan segala hal. Lantas mengapa orang-orang mengabaikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berulang kali menanyakan hal tersebut pada orang di sekeliling saya ketika melihat pasar induk Sei Jodoh di Batam. Bangunan pasar itu desainnya sungguh luar biasa. Saya yakin arsiteknya telah mencurahkan segala jiwa dan pikirannya saat menyelesaikan desain pasar itu. Eksplorasi materialnya maksimal, bentuk massa yang unik, struktur bentang lebarnya tidak main-main, pastilah menghabiskan banyak biaya. Dibangun 2004, kini pasar itu mati, kondisinya rusak, tidak ada aktivitas jual beli-hanya ada sedikit orang yang menumpang hidup di situ. Bangunan yang tidak terawat itu akhirnya seperti situs bersejarah dengan kondisi rusak sana sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi? "Pengelola pasar tidak mampu membayar biaya maintenance bangunan itu," kata Joko ...., Dirut PD Pasar Jaya, dalam satu seminar di Batam. Begitu banyak detail bangunan yang butuh perawatan ekstra, material lantai dari batu ternyata sulit dibersihkan. "Nggak bisa cepat dipel," jelas Joko. Desain memang menjadi hal utama dalam pembuatan bangunan umum seperti pasar. Kita paham bagaimana suasana pasar yang sibuk dan penuh manusia dari berbagai latar belakang. Banyak hal wajib yang harus dipenuhi seorang arsitek, seperti sirkulasi, kemudahan perawatan, dan pembagian ruang yang optimal. Bila itu sudah terpenuhi, arsitek bisa bebas mengembangkan aspek lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TLpEaRR7i0I/AAAAAAAAAJw/zUXP5haF3jU/s1600/IMG00181-20101015-1653.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TLpEaRR7i0I/AAAAAAAAAJw/zUXP5haF3jU/s200/IMG00181-20101015-1653.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528806710656600898" /&gt;&lt;/a&gt;Edy, seorang rekan yang ikut meninjau lokasi bersama saya berpendapat: "Ini sih terlalu keren untuk bangunan pasar, nggak sesuai dengan karakter manusianya." Saya sih kurang setuju, memangnya pasar harus becek dan kotor? Apa salahnya punya pasar keren (atau pacar keren? Haha..). Tapi Candi, teman saya yang lama bermukim di Batam punya pendapat lain: "Kalian tau nggak, di Batam itu aneh. setiap ada bangunan baru, bangunan yang sebelumnya pasti ditinggalkan terus mati, ya pasar itu salah satunya." Wah apa nggak rugi ya, pengusaha propertinya? Menurut Candi, mati atau tidak itu bukan urusan mereka, yang penting duit bank sudah berhasil keluar. Entah bagaimana logikanya, saya kurang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, entah apa alasannya, yang jelas bangunan pasar induk Sei Jodoh sudah rusak, seperti sisa-sisa kejayaan kota di masa lalu namun tanpa cerita sejarah yang panjang. Menyedihkan..  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-2845270707928912544?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/2845270707928912544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=2845270707928912544&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2845270707928912544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2845270707928912544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2010/10/kisah-sedih-pasar-sei-jodoh.html' title='Kisah sedih pasar sei jodoh'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TLpCqw5E18I/AAAAAAAAAJo/mu-TeLitthk/s72-c/IMG00190-20101015-1656.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-5531418376209681709</id><published>2010-07-01T01:22:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:19:10.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='klien'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses desain'/><title type='text'>desain yang ramah ....</title><content type='html'>Ketika  bertemu klien, saya dan rekan saya seperti biasa meminta si klien menceritakan permintaan atau keinginannya. Ia ingin membangun rumah keduanya di tanah yang ukurannya 150m2. Kemudian saya bertanya tentang apa yang ia inginkan pada rumah tersebut, sebagai prioritas pertamanya. Kami ingin lebih dekat juga dengan cara ngobrol-ngobrol santai, sore hari di teras belakang yang asri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mau di ruang bawah itu hanya kamar utama saja, yang cukup luas. Dengan kamar mandi ya.., lalu ada ruang shalat, kamar tamu juga ok, kalau masih cukup." jelasnya. Kemudian ia menambahkan, semua harus easy maintenance. Ia tak mau menghabiskan waktu untuk bersih-bersih rumah. Dan berlanjut dengan ruang-ruang di atas. Sampai  di sini saya belum ketemu keinginannya yang paling mendasar, semua masih umum saja. O ya kecuali kamar utama yang sedemikian besar dan pintunya juga besar pula. Saya pun bertanya soal ini, seberapa besar yang diinginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup besar, 9 x 10 meter, gimana?," tanyanya. Ya tidak apa-apa sih, tentu saja. Tapi buat apa ya, mengingat ruang lain belum kebagian tempat. Dia juga ingin ada ruang tamu atau keluarga yang lapang di lantai bawah. "Begini, saya dan suami sudah tua. Kalau kami meninggal, saya tidak ingin orang lain susah dengan ruang-ruang yang sempit," katanya. Hmm.. ya betul juga, tapi hmm..saya yakin mereka belumlah terlalu tua. "Demikian juga pintu-pintu di ruang bawah, jangan ada yang sulit dilewati, terutama ketika mengangkat keranda jenazah." imbuhnya. Dia mencontohkan rumah lamanya dengan pintu masuk yang berbelok-belok, "Coba deh kalo kayak gini, katanya fengshui-nya bagus, tapi gak mungkin keranda bisa lewat pintu depan, terus mau lewat mana?" Saya dan rekan jadi agak ngeri membayangkannya. Pemikiran yang jauh dan bagus, tapi hmm..horor gitulah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan klien kami pun menangkap ekspresi keterkejutan itu, ia menimpali, "Hehe.. tenang saja, kita semua punya tujuan ke sana kan?" Saya tersenyum saja mendengarnya. Dan diskusi pun berlanjut masih seputar akses dan ruang-ruang jika si klien meninggal. Duh.. kenapa yang kepikiran di saya, konsepnya jadi spooky begini yah.. seperti, 'nanti malaikat-malaikat perlu lewat pintu khususkah?' Setelah beberapa lama, akhirnya terlontar juga kata kunci tentang style rumah yang dia mau. Lega juga rasanya, paling tidak, jadinya nanti rumah kecil yang manis, bukan suasana kematian seperti yang diceritakan di awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang aneh karena setiap desain selalu memperhatikan kebutuhan saat ini dan di masa depan. Kalau ada desain bangunan ramah lingkungan, barangkali segera akan menjadi trend pula desain ramah kematian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-5531418376209681709?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/5531418376209681709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=5531418376209681709&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5531418376209681709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5531418376209681709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2010/07/desain-yang-ramah.html' title='desain yang ramah ....'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-650407163845874355</id><published>2010-06-09T16:38:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:19:36.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adipura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tugu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='betawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jakarta utara'/><title type='text'>bertemu none toegoe</title><content type='html'>saya kebetulan berada di dekat kantor walikota jakarta utara ketika iring-iringan mobil hias membikin macet jalan. ooh..pemkot jakarta utara baru saja mendapatkan piala Adipura dari Presiden SBY. saya masuk ke halaman walikota dan ikut melihat prosesi iring-iringan. di dalam, para penari dan pemain musik tradisional sedang gladi bersih. "iring-iringan sudah dekat, ayo kita siap-siap," teriak MC di teras kantor walikota. seseorang berbisik kepada saya, pak Walikota ada dalam rombongan dari balai kota. lalu, para senimann tradisional ini dipersiapkan untuk menyambut kedatangan piala yang bergengsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika rombongan sudah sampai di gerbang, mereka dicegat dulu oleh para seniman lenong. mereka bercakap-cakap dengan gaya betawi yang khas seputar jakarta utara dan piala Adipura. sesekali diselingi oleh celetukan-celetukan khas yang kocak dan merakyat (bukan banyolan tak bermutu ala anggota parlemen kita). tak lama iring-iringan hampir sampai di depan teras Walikota. lagi-lagi perjalanan mereka terhenti sejenak untuk melihat prosesi penyambutan oleh para seniman. ada tari-tarian, reog ponorogo, bahkan barongsai. lho, tapi apakah semua itu kesenian khas jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seperti itulah pesisir Jakarta," kata Kasudin Kebudayaan Jakarta Utara. "Kita ini terbentuk dari beragam kebudayaan yang berbeda-beda, semua ada di sini, hidup berdampingan dan saling menghormati," lanjutnya. Setuju, di pesisir utara ini kota jakarta bermula. sejak abad 16 para pendatang saling mengadu nasib dan proses itu masih berlangsung hingga sekarang. "Coba sebut suku apa yang tidak ada di jakarta?" tanyanya. Hmm.. orang timbuktu ada nggak ya :) Dan keberagaman itu juga tampak pada tarian Lenggang Nyai, yang para penarinya menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Ada Bugis, Bali, Jawa, Padang, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TBcEtKHd8pI/AAAAAAAAAJE/x5ePROVKhQc/s1600/IMG_5593.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TBcEtKHd8pI/AAAAAAAAAJE/x5ePROVKhQc/s200/IMG_5593.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482856245203169938" /&gt;&lt;/a&gt;Satu yang sangat menarik, saya melihat tarian yang saya belum pernah lihat. Namanya tari None Toegoe, ini lebih unik lagi karena gerakannya kayak tari-tarian di Eropa. Ya memang di Tugu ada komunitas yang konon masih keturunan Portugis, jadi budaya dan wajahnya agak berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya. anyway, selamat untuk jakarta utara yang mendapatkan piala Adipura. mudah-mudahan bukan tidak seperti komentar orang di koran: "kok bisa ya, bukannya polusinya tinggi, sungainya kotor, langganan banjir, dan sampah menggunung di pinggir-pinggir kota?" hmm..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-650407163845874355?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/650407163845874355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=650407163845874355&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/650407163845874355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/650407163845874355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2010/06/bertemu-none-toegoe.html' title='bertemu none toegoe'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/TBcEtKHd8pI/AAAAAAAAAJE/x5ePROVKhQc/s72-c/IMG_5593.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-7445505613056179456</id><published>2010-04-28T22:40:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:20:51.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknik desain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan mendesain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara berpikir arsitek'/><title type='text'>Jangan cari amannya aja!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/S9kdCKD1jdI/AAAAAAAAAL8/YVRm8D_t7VU/s1600/DSC_0367.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; FLOAT: right; HEIGHT: 133px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465431545688198610" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/S9kdCKD1jdI/AAAAAAAAAL8/YVRm8D_t7VU/s200/DSC_0367.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa hari yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel dalam Kolom Kompas yang mengulas tentang “The Architecting, Proses Berpikir yang Menyimpang”. Menurut si penulis, "The Architecting" dalam dunia arsitektur adalah kemampuan berkreasi dan mengembangkan suatu ide -ide segar untuk menciptakan sesuatu yang bahkan "mustahil" untuk diwujudkan, dan hambatan -hambatan yang muncul, justru akan membuat kita semakin andal karena akan menemukan solusi yang selama ini selalu tidak pernah dijumpai.&lt;br /&gt;Jujur saja, saya belum pernah mendengar kata The Architecting. Yang saya tahu, sebuah kata kerja yang diberi akhiran –ing dalam bahasa Inggris artinya menjadi kata kerja tersebut sedang dilakukan atau sedang berlangsung. Tapi jika kata benda atau sebuah jabatan/posisi yang diberi imbuhan –ing dalam bahasa Inggris, setahu saya akan menjadi sebuah sebuah kegiatan yang berhubungan dengan sifat benda itu atau jabatan/posisi yang dimaksud. Saya tak ada niatan mengajar bahasa Inggris, hanya sekadar menjabarkan betapa saya baru tahu ada kata Architecting. Mungkin saya yang gak gaul hehe..&lt;br /&gt;Saya tergelitik dengan tulisan di Kompas ini. Mengapa? Karena pembahasannya yang menurut saya menarik mengenai proses berpikir seorang arsitek. Jaman kuliah dulu sering dengar tentang teori Black Box. Dari beberapa referensi yang saya baca, secara garis besar konsep berpikirnya kurang lebih sama dengan yang dimaksud oleh si penulis The Architecting ini. Dalam suatu kasus, jika kita berpikir di dalam black box, kita tidak akan pernah tahu apa yang sedang terjadi. Secara harafiah, kalo kita masuk kedalam sebuah kotak hitam nan gelap tentu kita hanya bisa meraba, bukan? Tidak yakin, ragu-ragu, tidak jelas, langkah yang tersendat-sendat, segala ketidakmungkinan terjadi di dalam kotak hitam itu. Namun, jika kita berpikir diluar black box dan ingin melihat apa yang ada di dalam atau membayangkan keadaan di dalam black box tadi, all we have to do is TO TRY! Menciptakan sesuatu, berkreasi, terus menggali ide-ide, dan terus mencoba sesuatu yang berbeda untuk melewati kotak hitam itu. Sehingga dari hasil akhir yang kita dapat, kita menerima sebuah pengalaman dan mulai menemukan solusi-solusi atas hambatan-hambatan (seperti yang disebutkan oleh penulis The Architecting). Yang lebih penting lagi kita sudah bisa membaca situasi apa yang terjadi di dalam kotak hitam itu.&lt;br /&gt;Realitanya, sebagian arsitek dalam proses penciptaannya menemukan banyak hal yang menghambat kreasinya. Dan hambatan-hambatan itu terkadang juga merupakan faktor yang tak bisa diabaikan, harus dipertimbangkan dan merupakan bagian dari karakter hasil ciptaan sang arsitek. Sebut saja faktor iklim, sosial budaya, kepercayaan, sumber daya alam dan manusia, kondisi finansial, maupun peraturan setempat. Benturan-benturan yang ada kadang tidak bisa diabaikan begitu saja. Ego seorang arsitek harus mau diturunkan beberapa level untuk mengimbangi keadaan tersebut. Di Cina, beberapa klien saya sangat fanatik pada feng shui. Kemana-mana ia selalu membawa meteran feng shui. Meteran ini berbeda dengan meteran biasa karena ada angka-angka yang diberi tanda merah yang berarti baik. Semua ukuran yang saya buat haruslah sesuai dengan fengshui. Semua angka berakhiran 4 dihindari. Walhasil, ada bagian-bagian dalam rumah yang tidak proposional dan tidak selaras satu dengan lainnya. Lagi-lagi ego saya harus diredam untuk menyelami keinginan klien.&lt;br /&gt;Saya ingat semasa kuliah, saat saya ingin sok-sokan nyleneh membuat sebuah bangunan, dosen pembimbing selalu melontarkan pertanyaan mengenai struktur dan keselarasan dengan lingkungan sekitar. Lagi-lagi saya harus mengerem emosi jiwa muda yang selalu ingin membuat bangunan yang ‘mustahil’. Berpikir kembali, merombak sana-sini yang pada akhirnya bangunan saya menjadi sangat biasa (karena cari amannya saja). Dan kebetulan, mencari aman dalam mendesain, nampaknya selalu didoktrin oleh salah seorang dosen saya. Mencari desain yang aman dan yang umum disukai, memang menjadi favorit bagi sebagian arsitek yang tak mau repot, tak mau susah, dan tak mau menggali lebih dalam. Pola berpikir selalu’aman’ akan menghambat proses kreatifitas.&lt;br /&gt;Seandainya saja arsitek memiliki kebebasan berkereasi tanpa batas seperti yang dialami arsitek-arsitek Jepang. Masing-masing disiplin ilmu melakukan tugasnya masing-masing untuk men-support kinerja arsitek. Sehingga sang arsitek memiliki otorita penuh (dan bebas) dalam berkreasi. *A*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-7445505613056179456?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/7445505613056179456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=7445505613056179456&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7445505613056179456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7445505613056179456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2010/04/jangan-cari-amannya-aja.html' title='Jangan cari amannya aja!'/><author><name>si anis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17581417399462329318</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_uDbn_dwTdYU/R8KOCWrOU-I/AAAAAAAAAB4/QtLlZLkkhY8/S220/rumpimania.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/S9kdCKD1jdI/AAAAAAAAAL8/YVRm8D_t7VU/s72-c/DSC_0367.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-3857152053144213254</id><published>2010-03-01T03:42:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:21:48.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kali code'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses desain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borobudur'/><title type='text'>Wujud Cinta dalam Detail Arsitektur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S4upkHMIpvI/AAAAAAAAAPA/kg0Wd8JYAaA/s1600-h/www.altiusdirectory.com.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S4upkHMIpvI/AAAAAAAAAPA/kg0Wd8JYAaA/s320/www.altiusdirectory.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443631012477708018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sadar atau tidak, pesan yang dikandung dalam sebuah desain seringkali terabaikan. Pesan itu seringkali terbungkus dalam olahan detail desain-desain bangunan yang  sering kita ikuti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S4uorVuAoqI/AAAAAAAAAOw/8x364OPO4to/s1600-h/www.dreamstime.com.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S4uorVuAoqI/AAAAAAAAAOw/8x364OPO4to/s320/www.dreamstime.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443630037125341858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia desain adalah dunia penciptaan. Penciptaan selalu terikat dengan runtutan proses dan keterkaitan waktu. Sebuah desain bisa dinilai dari runtunan prosesnya, begitu juga dengan  waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya. Keinginan dan kepentingan selalu meliputi proses desain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perwujudan sebuah desain bisa jadi kompleks dan bisa juga sangat sederhana. Namun  bisa saja di dalam kesederhanaan itu, kita justru menemukan kedalaman makna, dan sebuah rangkaian cerita yang membuat mata berbinar. Seperti halnya olahan desain Taj Mahal, yang mensyiratkan kekuatan cinta dari kekuatan detail dan proporsi bangunannya. Latar belakang pembuatan Taj mahal adalah karena cinta, yaitu sebuah monumen cinta  dari sang raja kepada permaisurinya yang wafat terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S4uo9OlsIfI/AAAAAAAAAO4/oMiHayMgYOo/s1600-h/www.dezeen.com.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S4uo9OlsIfI/AAAAAAAAAO4/oMiHayMgYOo/s320/www.dezeen.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443630344449040882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula dengan Candi Borobudur. Siapa sangka, bangunan semegah Borobudur adalah wujud cinta dari Rakai Panangkaran yang dikenal sebagai sosok spiritualis. Sosok ini begitu  tanggap terhadap kehidupan manusia yang saat itu begitu kacau balau. Maka  untuk itu diperlukan sebuah bangunan pemersatu berupa candi yang  menyimbolkan ajaran jalan kehidupan yang baik. Ajaran tersebut dalam bentuk batu berundak (Candi) yang berisi ajaran hidup Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. itulah karya arsitektur masa lalu yang meninggalkan seribu cerita dan beribu sudut yang memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemegahan tak harus terlihat dari sosok bangunan yang ada. Kemegahan makna dari bangunan revitalisasi Kali Code karya Romomangun, memberikan sebuah ruang apresiasi pada detail-detail kehidupan yang sebelumnya termarginalkan. Pemberian warna-warna menjadikan kawasan Kali Code menjadi sebuah rangkaian ornamen kehidupan. Semua perhatian  dan harapan itulah yang membuat sebuah desain terasa penuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kemudahan itu bisa sengaja ataupun tak sengaja disimpan oleh sang desainer dalam sebuah benang merah konsep-konsep desainnya yang lain. Saat itulah desainer membuat pesannya untuk orang lain, agar cintanya selalu terlihat, dan berbekas, jika bisa sepanjang sejarah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan bukan hanya wadah, tapi bisa juga menjadi sebuah proses yang menceritakan  keterikatan desainer dengan waktu dan rasa. Rasa cinta yang terolah dalam sebuah karya rumit, atau rapi, yang seolah tak mengenal waktu saat menciptakannya. Rasa senang, yang terolah dalam sebuah elemen yang terkomposisikan secara kontras dan menimbulkan pencerahan, atau rasa berontak yang ditunjukkan dalam ketidakseimbangan komposisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat desainer menyampaikan pesan, maka pesan itu tak hanya terasa di telinga, namun terlihat dimata, dan terasa di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;- www.altiusdirectory.com.jpg&lt;br /&gt;- www.dezeen.com.jpg&lt;br /&gt;- www.dreamstime.com.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-3857152053144213254?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/3857152053144213254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=3857152053144213254&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3857152053144213254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3857152053144213254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2010/03/wujud-cinta-dalam-detail-arsitektur.html' title='Wujud Cinta dalam Detail Arsitektur'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S4upkHMIpvI/AAAAAAAAAPA/kg0Wd8JYAaA/s72-c/www.altiusdirectory.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-4869551336571290457</id><published>2010-02-24T02:16:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:22:27.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dan brown'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='washington'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lost symbol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='congress library'/><title type='text'>Ruang Terindah di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://vis.berkeley.edu/courses/cs294-10-fa08/wiki/images/9/98/Library.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 800px; height: 718px;" src="http://vis.berkeley.edu/courses/cs294-10-fa08/wiki/images/9/98/Library.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali sehabis membaca bukunya Dan Brown, saya kembali terkagum-kagum dengan "bisa-bisanya" penulis ini membawa saya tenggelam dalam tulisannya. Terutama, penuturannya tentang bangunan-bangunan tua yang dibumbui gosip-gosip konspirasi. Obyek-obyek arsitektur bisa jadi fiksi yang asyik begini ya, ternyata… hehehe… dulu sewaktu kuliah saya paling hobi baca tentang sejarah arsitektur, soalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. di antara banyak bangunan yang dibicarakan dalam buku barunya, The Lost Symbol, saya tertarik dengan sebuah Ruangan Terindah di Dunia, yaitu ruang baca utama Congress Library di Washington DC. Menurut Brown dalam novelnya itu, ruang baca di perpustakaan ini benar-benar memanjakan seluruh indera. Nah, siapa coba, yang nggak kepingin lihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya buru-buru saya googling, congress library, cuma untuk melihat seperti apa sih ruang terindah itu? Dari gambar-gambar yang saya dapatkan, kelihatannya memang benar-benar bagus (mudah-mudahan Brown nggak lebay, ya :D). Dijelaskan, ruang baca utama itu diterangi dari 8 arah berbeda sehingga tidak ada bayangan/ruang gelap yang terjadi. Dia menambahkan keterangan lagi: hal itu pulalah yang membuat ruang ini seakan berkilauan. Ck..ck..ck..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala ruangnya yang besar banget, membuat kita merasa 'tak berarti'. Ada 8 kolom marmer cokelat dan merah yang juga berukuran "giant" menopang kubah. Kubah besarnya dilengkapi dengan kaca-kaca hias yang ikut memasukkan cahaya. Di bawah, meja-meja panjang tersusun persegi delapan dengan permukaan yang mengilap. Bukan cuma tampilannya yang cantik, tapi juga komplit, konon setiap hari koleksinya bertambah 10.000 barang. Buku-buku dan koleksi lainnya disimpan dalam rak yang, kalau digabungkan, panjangnya bisa mencapai 800 km. Rak-rak itu adanya di dalam balkon-balkon bertingkat 3 dengan detail cantik yang mengelilingi ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seperti itulah ruang terindah di dunia yang "menakjubkan" versi Dan Brown. Kalau ruang terindah di Indonesia, kira-kira ruang apa, ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-4869551336571290457?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/4869551336571290457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=4869551336571290457&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4869551336571290457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4869551336571290457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2010/02/ruang-terindah-di-dunia.html' title='Ruang Terindah di Dunia'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-4385776397556373813</id><published>2009-12-16T20:27:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:23:04.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sydney opera house'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jorn utzon'/><title type='text'>Arsitek Korban Politik</title><content type='html'>Hebohnya dunia politik nasional saat ini mau tak mau membuat saya ikut-ikutan terbawa emosi. Barangkali memang karena peran media yang sering berlebihan dalam memberitakan sesuatu jadi saya pun mudah terpancing. Tapi, di luar itu semua saya jadi teringat seorang arsitek terkenal yang pernah tersandung masalah politik. Jorn Utzon, perancang Sydney Opera House yang fenomenal itu ternyata belum pernah mengunjungi bangunan tersebut karena masalah politik di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SynFz07TJDI/AAAAAAAAAGo/qSyVdB9SfZ0/s1600-h/Screen+shot+2009-12-17+at+12.44.40+PM.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SynFz07TJDI/AAAAAAAAAGo/qSyVdB9SfZ0/s200/Screen+shot+2009-12-17+at+12.44.40+PM.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416077521061094450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jorn Utzon&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bermula dari kemenangannya dalam kompetisi desain gedung opera di Sydney, Jorn Utzon tidak serta-merta mendapat kemudahan. Desain struktur yang “ajaib” di masa itu cukup menyulitkan pelaksana konstruksi dalam merealisasikannya. Sampai tahun 1961, belum ada solusi permasalahan konstruksi, hingga Utzon sendiri turun tangan memikirkan detail konstruksinya. Ia pun pindah ke Australia tahun 1962.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan kedua datang dari pihak pemerintah Australia. Para pejabat negara di New South Wales (1965) banyak mengkritik proyek gedung opera Sydney. Ia pun terlibat konflik dengan salah satu pejabat setempat bernama David Hughes. Tanpa jadwal pembangunan yang jelas akibat desainnya tidak masuk akal, Utzon dianggap sebagai orang asing yang menghabis-habiskan uang negara. Ketegangan memuncak ketika pemerintah menghentikan pendanaan terhadap proyek gedung opera Sydney. Saat itu, Utzon tak lagi bisa membayar stafnya dan diminta untuk mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utzon meninggalkan Australia pada tahun 1966 akibat tekanan politik dan pers Australia. Proyek gedung opera Sydney tetap dikerjakan oleh pihak lain. Ketika Utzon berhenti, pengerjaan struktur atap sudah hampir rampung. Secara keseluruhan, gedung ini akhirnya selesai dan diresmikan Agustus 1973. Sayangnya, Utzon tidak diikut sertakan saat peresmian gedung, bahkan namanya pun tidak disebut-sebut. Sungguh ironis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penghargaan di Usia Senja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penghargaan demi penghargaan untuk Utzon baru datang berpuluh tahun kemudian. Maret 2003, Utzon mendapatkan Honorary Doctorate dari University of Sydney. Dalam rangka merenovasi gedung, Utzon kini kembali dilibatkan. Juga di tahun 2003, ia mendapatkan penghargaan Pritzker Prize sebagai peraih penghargaan tertinggi. Bahkan di tahun 2007 lalu, Sydney Opera House ditetapkan sebagai World Heritage Site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa daya. Berulang kali Utzon diundang ke Australia tapi ia sudah terlalu tua dan sakit untuk bepergian. Utzon mengutus anaknya, Jan Utzon untuk menghadiri acara-acara kehormatan tersebut. Dalam peresmian gedung opera setelah renovasi, Jan Utzon berkata,”Tanpa ayah saya datang ke sini, sebagai perancangnya, ia tinggal memejamkan mata untuk bisa merasakan gedung opera ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utzon meninggal dunia di Copenhagen, 29 November 2008 karena serangan jantung . Bulan Maret 2009 lalu, peringatan atas meninggalnya Jorn Utzon berlangsung dalam sebuah konser rekonsiliasi di Concert Hall, Sydney Opera House. Yah begitulah, dulu dihujat-hujat, sekarang malah dipuja. Tidak apalah, daripada dipuja dahulu, tapi dihujat kemudian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-4385776397556373813?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/4385776397556373813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=4385776397556373813&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4385776397556373813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4385776397556373813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/12/arsitek-korban-politik.html' title='Arsitek Korban Politik'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SynFz07TJDI/AAAAAAAAAGo/qSyVdB9SfZ0/s72-c/Screen+shot+2009-12-17+at+12.44.40+PM.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-2761191566164973035</id><published>2009-07-24T07:22:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:23:30.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='majalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='architect+'/><title type='text'>majalah architects+</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SymyiCrd_RI/AAAAAAAAAGg/NiizHkIYmtY/s1600-h/DSC00848-edit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SymyiCrd_RI/AAAAAAAAAGg/NiizHkIYmtY/s200/DSC00848-edit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416056324794219794" /&gt;&lt;/a&gt;Bukan bermaksud promosi, tapi beberapa waktu lalu saya merasa happy karena disodori majalah gratis alias free magazine yang mengulas dunia arsitektur Indonesia. Lebih happy lagi karena yang menyodori ternyata teman sendiri!! Wah, sekian lama tidak ketemu tapi ternyata teman saya itu tetap konsisten dengan cita-citanya untuk membuat majalah arsitektur. Dulu, saya pernah membantu dia merampungkan artikel-artikel untuk majalah di asosiasi. Tapi umur majalahnya nggak lama, "abis terlalu banyak intrik-intrik," teman saya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dia secara independen membuat majalah itu (hebat ya... karena tentu tidaklah mudah dan pasti tidak murah). Dengan mengandalkan kanalan dan pengalaman, jadilah majalah yang saya pegang itu. Namanya Architect+, umurnya masih terbilang baru, sekarang masuk ke edisi ke 3. Isinya menarik dan berguna, karena agak susah kan mencari artikel arsitektur di media-media umum. Walaupun akan lebih menarik lagi kalau artikelnya lebih diolah. Waduh, rasanya kepingin gabung di bagian redaksinya. "Boleh, boleh,"kata teman saya, "Ayo nulis dong!" lanjutnya. Nah.. giliran saya yang bingung kalau ditodong suruh bikin artikel, numpuk kerjaan lagi! Saya nggak berani janji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian majalah yang paling saya suka adalah profil-profil arsitek daerah. ada juga desain baru, kritik, travel. Kalau boleh saya usul, saya kepingin menambahkan rubrik yang berisi berita arsitektur (lokal dan internasional), lalu ada juga rubrik yang mengulas gaya hidup arsitek-&gt;rata-rata mereka unik dan nyentrik kan... ada juga yang high class..atau fanatik dengan tokoh tertentu. Kayaknya seru kalau dibahas-bahas. Doa saya cuma satu, mudah-mudahan majalah Architect+ tetap exist! Soalnya menurut teman saya, mencari iklan saat ini amat sulit. Yang namanya majalah (terutama free magazine), hidupnya dari mana lagi kalau bukan dari iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pembaca sekalian sudah pernah tahu majalah Architect+ atau belum? (Oh ya, gambar cover majalahnya akan segera menyusul).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-2761191566164973035?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/2761191566164973035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=2761191566164973035&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2761191566164973035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/2761191566164973035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/07/majalah-architect.html' title='majalah architects+'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SymyiCrd_RI/AAAAAAAAAGg/NiizHkIYmtY/s72-c/DSC00848-edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-4579761779097698323</id><published>2009-06-20T20:20:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:24:12.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mall'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='properti'/><title type='text'>dilarang membangun mall di sini..!</title><content type='html'>Sebetulnya saya menantikan calon pemimpin kita meneriakkan kalimat tersebut ketika berkampanye di hadapan masyarakat. Terutama mereka yang menjunjung tinggi ekonomi kerakyatan. Pembangunan mall menurut saya mesti dibatasi mengingat tempat yang menyenangkan ini membuat rakyat makin konsumtif, sementara itu di tempat lain, mall dikatakan telah mematikan pedagang kecil di sekitarnya. Memang asyik kok jalan-jalan ke mall, tapi dengan kreativitas, pasti banyak tempat menyenangkan lain yang nggak bikin kita jadi konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah dapat informasi bahwa ada seorang bupati di Yogyakarta yang melarang pembangunan mall di kabupaten yang dipimpinnya. Begini salah satu cuplikannya: "Mini market yang terlalu banyak dan letaknya berdekatan dengan pasar-pasar tradisional dikuatirkan bisa mengganggu perkembangan para pedagang pasar tradisional, pengusaha kecil dan toko-toko kecil di sekitarnya. Selama ini pak Bupati sudah mengeluarkan larangan pendirian mall atau supermaket, dengan alasan untuk melindungi pedagang pasar tradisional. Untuk mini market atau swalayan dan sejenisnya hanya ditunda sementara, sambil menunggu keluarnya peraturan baru". (http://www.bantulkab.go.id/web.php?menu=berita&amp;baca=323)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berbicara itu adalah salah seorang pejabat di kabupaten setempat. Wah, senang juga mendengar ada pejabat pemerintahan yang berani menolak mall. Tapi, ngomong-ngomong, efektif nggak ya cara seperti itu? Ternyata tidak sesederhana itu, karena menurut beberapa komentar, banyak penduduk yang memang dasarnya suka dengan suasana mall akhirnya jalan-jalannya ke mall di kota 'sebelah'. Jadi uangnya malah mengalir ke daerah lain, akibatnya roda perekonomian di kabupaten itu kurang giat. Seseorang juga berpendapat, adanya mall itu justru menandakan kemajuan daerah tersebut, artinya ada investor yang menangkap potensi di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, mall bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitarnya. Tapi ini buru-buru ditepis oleh salah satu warga, menurutnya, penduduk sekitar tetap miskin. Apalagi pedagang kecil, semakin tidak laku jualannya. Susah juga ya, kalau saya, mall itu baru 'berguna' kalau terintegrasi dengan fungsi-fungsi bangunan yang lain (dgn kantor, tempat tinggal, dan jenis ruang lain yang kita butuhkan). Jadi, kita tidak usah berpindah tempat terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhan. Soalnya saya paling sebel liat kemacetan akibat mall-mall di kota. Setiap ada mall baru yang pertama kali terpikir oleh saya: "Wah, bakal macet nih daerah sini."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-4579761779097698323?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/4579761779097698323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=4579761779097698323&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4579761779097698323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4579761779097698323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/06/dilarang-membangun-mall-di-sini.html' title='dilarang membangun mall di sini..!'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-1762719673747531731</id><published>2009-06-12T02:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:24:46.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jakarta barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makna kota'/><title type='text'>Memaknai Kota Tua Jakarta (Tanpa Syarat)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa yang terjadi pada kesempurnaan...&lt;br /&gt;Bila kemapanan membuat kita terlupa&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada kesempurnaan&lt;br /&gt;Bila ikatan rasa indah hanya menjadi penjara&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada kesempurnaan&lt;br /&gt;Bila hanya membuat yang tak sempurna jadi sengsara...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;:)..&lt;br /&gt;Saya membuat kalimat-kalimat tersebut.. saat melihat keajaiban bentuk dan detail  yang disodorkan kota tua jakarta. &lt;br /&gt;Perubahan gradual pada bentuk kota lama, dan ruang-ruang kota yang menemaninya, selalu membuat cerita. Bahkan, cerita tersebut bisa dibungkus dalam rangkaian-rangkaian puisi yang indah, atau bisa juga menjadi rangkaian puisi bernada apatis.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SsHrLtumn6I/AAAAAAAAAOM/9ADiMvbTD3w/s1600-h/romance+below+the+flag.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SsHrLtumn6I/AAAAAAAAAOM/9ADiMvbTD3w/s320/romance+below+the+flag.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386845215797976994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Indah,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;saat kita membayangkan pluralitas kepentingan yang ada didalamnya. Melihat berbagai macam laku individu, yang memanfaatkan ruang kota sebagai latar cerita. Latar cerita hidup yang berakhir di album-album kenangan. Bagi saya indah, karena menjadikan ruang kota sebagai latar panggung maya kehidupan. Panggung  yang menjadikan  individu terikat dengan histori kota, walau hanya dalam konteks ruang kaku dalam frame album kenangan. Semakin banyak orang yang menginginkan latar itu, semakin orang sadar akan pentingnya sebuah  background dengan identitas yang kuat, hingga mengingatkan kita pada ruang waktu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apatis,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam bila ditanya, kemanakah akan dibawa makna Kota Tua ini?&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak bisa meramal. Saya hanya bisa terdiam, seraya membayangkan, kota tua semakin lama semakin lapuk. Karena setiap materi memiliki umurnya. Akankah kota tua akan menjadi diam dan lapuk? Apakah yang memikirkan kota tua juga akan ikut lapuk? Apakah kritisi terhadap pemaknaan kota tua akan menjadi mimpi-mimpi yang lapuk?&lt;br /&gt;Waktu adalah taruhan dari kota tua. Saya takut, revitalisasi hanya memberikan make-up yang berumur jauh lebih pendek dibandingkan pertaruhan atas waktu tersebut, yang terus berlangsung tiap detik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai tiap detik, bergerak kala teringat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SsHqe_803cI/AAAAAAAAAOE/alCASANN8v8/s1600-h/DSCN8744.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SsHqe_803cI/AAAAAAAAAOE/alCASANN8v8/s320/DSCN8744.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386844447595355586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-1762719673747531731?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/1762719673747531731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=1762719673747531731&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/1762719673747531731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/1762719673747531731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/06/memaknai-kota-tua-jakarta-tanpa-syarat.html' title='Memaknai Kota Tua Jakarta (Tanpa Syarat)'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SsHrLtumn6I/AAAAAAAAAOM/9ADiMvbTD3w/s72-c/romance+below+the+flag.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-8901699479505722453</id><published>2009-05-29T02:55:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:25:53.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toilet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamar mandi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hong kong'/><title type='text'>GELOMBANG BARU DALAM DESAIN TOILET</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1CqoyvXI/AAAAAAAAAKk/r5Ztny1SPU4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 264px; FLOAT: left; HEIGHT: 204px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341186740494450034" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1CqoyvXI/AAAAAAAAAKk/r5Ztny1SPU4/s200/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; Toilet umum bukan sekadar sebuah ruang “belakang” yang aspek desainnya bisa kita abaikan begitu saja. Karena nyatanya, tak sedikit orang memanfaatkan toilet sebagai ruang “pelarian”, karena itulah mungkin toilet sering dituliskan dengan sebutan &lt;em&gt;Restroom&lt;/em&gt;-ruang istirahat. Tentu istirahat bukan dalam arti tidur, tapi istirahat dari situasi yang membuat kita tidak rileks. Misalnya, dalam situasi kantor yang menegangkan, kita butuh ruang privat untuk sejenak menenangkan diri. Ke toiletlah kita pergi. Atau dalam situasi pertemuan membosankan di sebuah restoran. Ke toiletlah kita berlabuh. Jadi, tak melulu “urusan belakang” yang ditampung oleh ruang servis ini. Tapi juga urusan mempercantik diri, urusan menenangkan diri, bahkan urusan bergosip seperti dalam sitkom &lt;em&gt;Sex And the City&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Ally McBeal&lt;/em&gt;. Karena itulah, toilet bisa menjadi tantangan tersendiri saat mendesainnya agar dapat mengakomodasi segala urusan-urusan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Desain sebuah toilet bisa menjadi sangat menarik jika si penciptanya memiliki daya kreasi tinggi yang integral dengan kemampuan strukturalnya. Hal yang paling dasar adalah bagaimana menciptakan toilet itu menarik, bersih,dan mudah perawatan. Sebuah toilet di Pacific Place Hong Kong bisa jadi referensi desain yang cocok. Bentuk denahnya yang melengkung menjadi satu tantangan khusus bagi sang desainer Thomas Heatherwick. Seorang arsitek Inggris yang super kreatif itu-menurut The Times newspaper-mendapatkan amanah untuk memotori rencana kontemporerisasi mal tersebut, dan toilet inilah salah satu hasilnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1NXFSVzI/AAAAAAAAAKs/--4j7zlWTHU/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341186924223813426" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1NXFSVzI/AAAAAAAAAKs/--4j7zlWTHU/s200/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Denah ruang servis ini berbentuk tapal kuda. Bentuk U dibelah 2 menjadi toilet wanita dan pria. Pada salah satu ujung yang menghadap ke lorong menuju mal, terdapat ruang berbentuk silinder yang berfungsi sebagai sekat penghalang atau pintu abstrak bagi kedua toilet tersebut. Ruang silinder ini dipakai sebagai &lt;em&gt;nursery room&lt;/em&gt;. Yang menarik dari desain toilet ini adalah pada repetisi bentuk lengkung sistematis atau sederhananya- bergelombang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Konsep desain kontemporer dengan pendekatan organik menciptakan sebuah toilet yang elegan, natural, modern, bersih, dan tak membosankan. Pemilihan material utamanya cukup jeli. Hanya terdiri dari satu jenis kayu, lantai beton dengan penyelesaian &lt;em&gt;waterproofing&lt;/em&gt; krem, dan dinding tembok serbaputih. Bentuk gelombang terbuat dari lapisan veneer kayu berurat horisontal dengan susunan rangka-rangka didalamnya yang membentuk lengkungan. Material kayu ini dibuat sedemikian rupa sehingga menerus tanpa terlihat sambungan kayunya. &lt;em&gt;Nyleneh&lt;/em&gt; tapi unik. Material kayu dan warna coklatnya menciptakan kesan yang hangat, natural, dan elegan dalam desain toilet ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1agufmWI/AAAAAAAAAK8/_sUpuhJOa44/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341187150150867298" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1agufmWI/AAAAAAAAAK8/_sUpuhJOa44/s200/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1UYeh4xI/AAAAAAAAAK0/chCfl94wHg4/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341187044857209618" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1UYeh4xI/AAAAAAAAAK0/chCfl94wHg4/s200/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kita tengok desain bilik-bilik toiletnya. Tak seperti standar desain pintu bilik pada umumnya yang memiliki kemiringan sudut 90 derajat terhadap dinding, pintu toilet ini memiliki sudut yang tajam mengarah ke dalam bilik. Engselnya bukan sembarangan engsel. Tak terlihat! Karena memang menyatu dengan bagian dinding dan pintunya. Bagian dinding dan pintunya menerus tanpa celah patahan (yang biasanya akan dipasang engsel fabrikasi). Engsel pintu begitu mekanis, elastis, layaknya lengan kita. Saat pintu kita buka kemudian melepaskannya, daun pintu akan segera menutup otomatis dikarenakan sudut lengkung itu. Bagian pintu dibuat sebersih mungkin, dalam artian tanpa aksen atau peranti lain yang ikut meramaikan permukaan pintu. Lalu bagaimana dengan pegangan pintunya? Sebuah kotak aluminium dibuat dengan sedikit celah pada bagian yang melekat pada bibir pintu. Celah selebar 2cm inilah yang digunakan untuk mengungkit pintu saat akan membukanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bilik, kloset duduk dipilih yang bentuknya tanpa bagian penyangga bawah tetapi disangga pada bagian belakangnya. Serupa &lt;em&gt;cantilever&lt;/em&gt;. Dibuat melayang seperti ini sehingga mudah perawatan. Sekaligus dari segi keindahan, efek cahayanya menjadi lebih sempurna. Perlengkapan toilet lainnya seperti tempat sampah dan tisu gulung dirancang serba tersembunyi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada toilet pria, tersedia perangkat urinoir yang masing-masing sekatnya didesain melengkung. Area wastafel juga didesain dengan konsep yang sama. Wastafel, cermin, dan kotak tissue ditempatkan di celah antara 2 bentuk lengkung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1iAYMrrI/AAAAAAAAALE/R_EPDAxRdec/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 133px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341187278906371762" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1iAYMrrI/AAAAAAAAALE/R_EPDAxRdec/s200/6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Hal lain yang cukup menarik adalah permainan cahaya. Lampu berbias putih ini ditempatkan tersembunyi di bagian belakang dari setiap bentuk lengkung dan dinding kayunya. Baik dinding wastafel, sekat urinoir, maupun pintu bilik memang sudah didesain melayang, kurang lebih 10 cm di atas permukaan lantai. Namun efek &lt;em&gt;hidden light&lt;/em&gt; lebih menonjolkan karakter bentuk gelombangnya dan membuat kesan melayang lebih dramatis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pengguna toilet, desain toilet yang tak lumrah seperti ini akan merangsang otak untuk berfikir berbeda. Posistifnya, dorongan seperti ini akan membantu menstimulasi otak. Konon jika kedaaan ini sering dilakukan, niscaya akan mencegah penuaan dini pada otak. Semua yang serba monoton dan mudah ditebak tak akan merangsang syaraf-syaraf otak kita. Bayangkan betapa terbantunya otak kita jika banyak desain-desain baru dan inovatif seperti itu bermunculan di sekitar kita. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;(anis)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-8901699479505722453?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/8901699479505722453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=8901699479505722453&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/8901699479505722453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/8901699479505722453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/05/gelombang-baru-dalam-desain-toilet.html' title='GELOMBANG BARU DALAM DESAIN TOILET'/><author><name>si anis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17581417399462329318</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_uDbn_dwTdYU/R8KOCWrOU-I/AAAAAAAAAB4/QtLlZLkkhY8/S220/rumpimania.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/Sh-1CqoyvXI/AAAAAAAAAKk/r5Ztny1SPU4/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-5037854504624111205</id><published>2009-05-27T17:26:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:26:52.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sendang sono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kali code'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romo mangun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>arsitektur kerakyatan</title><content type='html'>Beginilah suasana akhir-akhir ini, semua media sibuk memberitakan segala sesuatu tentang "kerakyatan" (atau kerakyat-rakyatan?). Minggu lalu, sebuah majalah nasional favorit saya sempat menulis juga tentang arsitektur kerakyatan, dalam rangka mengenang Alm. YB Mangunwijaya (Romo Mangun). Tokoh ini memang jempolan (bagi saya) dan merupakan satu-satunya alasan mengapa saya memilih kuliah di jurusan arsitektur. Pemikiran beliau pernah begitu mempengaruhi pola pikir saya. Sebagai fans berat, bolehlah saya menulis sedikit hal tentang beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menurut majalah yang bersangkutan, beliau adalah anak bangsa yang memperjuangkan rakyat melalui arsitektur (wow.. tim sukses capres pasti senang dengan kalimat itu hehe..). Yang paling terkenal tentulah kampung di tepi Kali Code, Yogyakarta. Waktu itu, karya arsitektur merupakan suatu "mahluk" untuk kaum berada, bahkan kata "arsitektur" mungkin tidak dikenal oleh rakyat kebanyakan. Yang namanya membangun kampung kayaknya tidak dianggap sebagai karya arsitektur. Apresiasi terhadap karya beliau ini memang baru bermunculan setelah mendapat penghargaan internasional Aga Khan. Bayangkan, bantaran kali Code yang kumuh itu dia rancang menjadi lingkungan yang layak, bermaterial sederhana tapi berhasil didesain dengan kreatif dan atraktif. Kampung itu memiliki ruang-ruang publik tempat masyarakat berinteraksi. Bandingkan dengan (misalnya) desain pertokoan mewah yang juga tergolong ruang publik, tapi orang-orang di dalamnya tetap individual dan tidak merakyat (malah ngajarin orang untuk bersaing jadi paling konsumtif). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SiIqcW_or0I/AAAAAAAAAD4/s1yBe2kCQkY/s1600-h/dsc-0337-resize1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SiIqcW_or0I/AAAAAAAAAD4/s1yBe2kCQkY/s200/dsc-0337-resize1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341878774712020802" /&gt;&lt;/a&gt; sumber foto: arsitekturfoto.com&lt;br /&gt;Sebetulnya karya beliau tidak cuma pro rakyat, tapi juga pro lingkungan, coba simak kompleks Sendang Sono. Menurut artikel yang saya baca, sebetulnya Romo Mangun bukan membangun bentukan arsitektur melainkan numpang berarsitektur di alam. Jadi maksudnya, desain beliaulah yang beradaptasi sesuai dengan konteks lingkungan, bukannya malah lingkungan yang harus diubah dan disesuaikan dengan ide desain. Menurut saya, ini merupakan salah satu bentuk penghormatan manusia kepada bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Mangun banyak menulis buku, mulai buku arsitektur hingga sastra. Beliau pakarnya fisika bangunan (untuk merancang bangunan yang ramah lingkungan, tentulah kita harus paham fisika bangunan khususnya untuk iklim tropis). Buku-buku non arsitektur, seperti novel atau esai-esai juga sudah sebagian besar saya baca (kecuali yang tidak dijual di toko buku). Dalam tulisannya, beliau senang berfilsafat, ini yang menjadi daya tariknya. Membaca bukunya tak bisa cepat-cepat karena saya harus memikirkannya. Tapi tidak juga mudah untuk dilupakan karena membekas terlalu dalam. Saya sempat terganggu ketika mendengar ada teman yang berkomentar, "Dia kan berjuang untuk kepentingan agama tertentu". Yah, saya bukan tipe orang yang memandang prestasi seseorang karena pengaruh latar belakang keyakinannya. Jadi, saya justru kasihan banget dengan teman saya itu, pintar tapi pikirannya kok sempit sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-5037854504624111205?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/5037854504624111205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=5037854504624111205&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5037854504624111205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5037854504624111205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/05/arsitektur-kerakyatan.html' title='arsitektur kerakyatan'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SiIqcW_or0I/AAAAAAAAAD4/s1yBe2kCQkY/s72-c/dsc-0337-resize1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-6917273566021907736</id><published>2009-05-14T19:16:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:27:52.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain ramah lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur green'/><title type='text'>Sulitnya Menjadi Hijau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/Sgzu_i4JuPI/AAAAAAAAADo/eEqazs0x_qI/s1600-h/TheWorldGoesGreen.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/Sgzu_i4JuPI/AAAAAAAAADo/eEqazs0x_qI/s200/TheWorldGoesGreen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335902433988688114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mr. Al Gore boleh berbangga, kampanye Global Warming-nya sudah begitu merasuk ke berbagai kalangan. Termasuk kalangan bisnis yang konon demi pundi-pundi uang, mereka sulit merawat bumi. Namun, sekadar tahu, prihatin, peduli, tentu bukan tujuan akhir Mr. Al Gore dan umat manusia yang mengaku mencintai bumi. Sekedar pernyataan dan bergaya hidup "hijau-hijauan" pasti tidak cukup. Dampak dari tindakan "ramah lingkungan" untuk masa depan bumi adalah tujuan utamanya. Sudah benarkah perlakuan kita pada bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, seorang pejuang lingkungan asal Eropa (sebut saja Alex) sudah gigih membina lingkungan sejak 10 tahun silam. Dalam menjalankan bisnisnya, ia meyakini bahwa dengan menghemat energi pasti kita akan menghemat biaya. Tidak cuma bisnisnya saja yang dijalankan seperti itu, tapi ia juga berusaha mempengaruhi kolega bisnisnya agar mau berpihak pada lingkungan. Awalnya, Alex menjadi direktur lingkungan hidup di sebuah kompleks hotel di tempat wisata ski. Di sinilah ia memulai aksi lingkungannya, target pertamanya adalah manajer salah satu hotel di sana. Ia memberi informasi bahwa bila hotel mau memasang lampu fluorescent yang hemat energi, hotel bisa menghemat 75% pengeluaran untuk pembayaran listrik. Tapi sang manajer menolak karena khawatir suasana hotel tak bisa memuaskan tamunya. Tawaran berlanjut, "bagaimana jika di tempat parkir saja?", sebab di tempat itu pastilah tamu tak mempermasalahkan suasana ruang. Alex menambahkan benefitnya: "Anda bisa hemat 10.000 dollar, lho!". Usul ini kembali ditolak, karena manajer hotel merasa tidak perlu penghematan seperti itu. Mungkin si manajer merasa, mobil-mobil para eksekutif yang menginap pun harus diperlakukan istimewa. Usahanya saat itu gagal total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, perlu waktu bertahun-tahun bagi Alex untuk menggandeng berbagai kalangan di lingkungan bisnisnya agar mau menyediakan waktu dan uangnya demi kelestarian bumi. Kini, ia masih berjuang. Di antara kegagalan yang jumlahnya banyak sekali, setidaknya ada beberapa proyek yang berhasil ia golkan. Seperti, pembangunan pembangkit listrik mikro bertenaga air dan proyek panel bertenaga surya yang bertengger di lereng-lereng pegunungan ski. Tidak mudah untuk meyakinkan pebisnis agar mau mengubah pola bisnis yang lebih hijau. Rata-rata mereka masih menyukai hijau sebagai "label" untuk menaikkan value, tapi aplikasinya ternyata nol. Setelah berulang kali gagal, Alex berkata, "untuk menjalankan bisnis yang benar-benar ramah lingkungan rasanya mustahil. Bahkan untuk mengurangi konsumsi energi, dampaknya belum tentu berarti bagi lingkungan". Ini bukan karena dia putus asa, tapi memang demikian adanya. Dari sisi ekonomi, penghematan energi juga belum memberikan angka yang signifikan. Misalnya, ketika bisnis perhotelan semakin maju, tamu yang datang makin banyak sehingga energi yang dibutuhkan akan makin meningkat. Para pebisnis malah melihat hemat energi bukan sesuatu yang signifikan untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, segala sesuatu terbentur oleh biaya. Termasuk, kondisi lingkungan yang kerap dikorbankan demi menghemat biaya. Green Economics barangkali cuma mitos, atau mungkin perlu ada sudut pandang baru agar ekonomi dan lingkungan hidup dapat berjabat erat. Nasibnya sama seperti isu Global Warming yang kayaknya makin memudar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-6917273566021907736?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/6917273566021907736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=6917273566021907736&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6917273566021907736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6917273566021907736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/05/sulitnya-menjadi-hijau.html' title='Sulitnya Menjadi Hijau'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/Sgzu_i4JuPI/AAAAAAAAADo/eEqazs0x_qI/s72-c/TheWorldGoesGreen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-566928334133853395</id><published>2009-04-25T19:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:28:17.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inacraft'/><title type='text'>magnet inacraft 09</title><content type='html'>Selain macetnya yang nggak ketulungan, jalan ke inacraft tetap mengasyikkan :D Pameran kerajinan ini memang jadi agenda wajib para perempuan Jakarta (ada juga sih yang kebetulan dari luar Jakarta, alias dipas-pasin tanggalnya, hahaha...). Dan pemandangannya rata-rata masih sama, barang-barangnya buanyak, dan wajah-wajah lelaki atau bocah yang bosan dan sebel melihat pacar, istri, atau mamanya, bahkan eyang putrinya semangat muter-muterin semua ruang di JHCC (plus balik lagi ke tempat yang tadi nggak jadi beli). Sebagai orang yang rajin datang ke pameran kerajinan, saya hanya melihat beberapa kreasi baru (mungkin juga nggak liat semuanya saking penuhnya orang). Bagi saya, tetap saja suasana acara tahunan ini begitu menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://bxl8pa.blu.livefilestore.com/y1mZn-XZZVkR2po7xK4ZjbYImo3QyPf0o56FMItqvBKq86KPgBDcKLkNUcm034MplFggavbtL4M6ZAMRWopbnsITJPUhree-ynWT5wo60_8bXCGFthJ9EHUdPf4i9Yurcf6qeyIYFXSDpE/banner_inacraft09.gif"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 135px;" src="https://bxl8pa.blu.livefilestore.com/y1mZn-XZZVkR2po7xK4ZjbYImo3QyPf0o56FMItqvBKq86KPgBDcKLkNUcm034MplFggavbtL4M6ZAMRWopbnsITJPUhree-ynWT5wo60_8bXCGFthJ9EHUdPf4i9Yurcf6qeyIYFXSDpE/banner_inacraft09.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah daya tarik Inacraft, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-11. Saya sih nggak terlalu bela-beli kayak pengunjung lain (wow uang mereka banyak sekali ya?). Baju-baju batik walaupun bagus-bagus, tapi mboseni, rasanya kurang sesuai dengan tema "kerajinan". Saya tertarik sama karpet-karpet dari kayu bikinan pengrajin dari Palembang. Nah, ini pun bukan barang baru, saya sudah pernah lihat di pameran lain sebelumnya. Katanya potongan kayu-kayu itu sebetulnya limbah lalu diolah lagi sama mereka dan dirangkai-rangkai dengan tali senar jadi alas makan, alas gelas, taplak, dan paling besar jadi karpet. "Maksimal berapa besar ukuran karpetnya?" tanya saya. "Sesuai pesanan, mbak. Tapi kalau mau yang standar, paling besar 1.8 x 2.4 m (kalo gak salah)" kata si SPG. Harga tergantung ukuran dan jenis kayunya, ada yang kayu sonokeling, pinus, dan jati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus apalagi ya...oo saya mampir di stand Tikalika, workshop furnitur dari Bandung. Dulu, waktu kerja di Gramedia, rekan saya pernah meliputnya dan barangnya bagus-bagus plus terjangkau kantong tipis kayak saya. Kata mas-mas yang jaga stand, sekarang di Tikalika Bandung sedang ada discount sampai 50%. Hmm... "Yah, tapi saya belum sempat ke sana nih mas". Akhirnya saya cukup berpuas diri melihat-lihat furnitur di stand itu saja. Lumayan, ada rak-rak buku kecil, display buku mungkin ya, karena hanya cukup untuk beberapa majalah/buku. Saya tertarik: "Harga boleh kurang mas?" Mas-masnya senyum, "Segitu udah pas, Mbak" Yaahh.. nggak jadi beli deh :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya hari ini pamerannya masih ada, hari terakhir biasanya banyak potongan harga. Ke sana nggak ya? Iya, enggak, macetnya itu lho, iya atau enggak ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-566928334133853395?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/566928334133853395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=566928334133853395&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/566928334133853395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/566928334133853395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/04/magnet-inacraft-09.html' title='magnet inacraft 09'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-3076244371724212127</id><published>2009-04-16T00:37:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:28:37.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salihara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toilet'/><title type='text'>lihat pameran di toilet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/Se6eQ-YGkVI/AAAAAAAAADY/wQjqSx7q0KM/s1600-h/SALIHARA_10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/Se6eQ-YGkVI/AAAAAAAAADY/wQjqSx7q0KM/s200/SALIHARA_10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327369423685062994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin berbagi cerita saat mendatangi pameran bioskop di sebuah galeri di Jakarta beberapa waktu lalu. Sebetulnya bukan cuma isi pamerannya yang inspiratif, konsep penataan display pamerannya juga menarik. Bagi saya yang jarang ke galeri atau sejenisnya, cukup surprise juga melihat ada display di dekat wastafel, toilet, dan tempat lain yang tidak biasa. Tidak melulu dipasang di papan-papan dalam ruang pameran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galeri ini memang menarik. Setelah mencari tahu (bukan tempe), ternyata galeri ini adalah bagian dari kompleks komunitas kebudayaan. Desainnya sendiri konon dikatakan "percobaan" dan dirancang oleh 3 orang arsitek ternama. Ketiganya mencoba menampung kegiatan berkesenian dengan cara-cara baru. Menurut arsitek boong-boongan kayak saya, cara-cara baru itu barangkali seperti meletakkan benda pameran di dekat hidran dan lokasi tak lazim lainnya. Hal itu jadi menarik sebab cara baru yang di luar kebiasaan memang biasanya mengasyikan. Tentang desainnya nanti saya ulas di artikel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pamerannya sendiri bercerita tentang perjalanan panjang bioskop di Indonesia dari tahun 1900-sekarang. Kita bukan hanya menyaksikan bangunan bioskop yang sudah tua dan kemudian hilang dimakan zaman, tapi ada cerita-cerita di balik itu yang memberi tahu kita tentang kehidupan di tiap zaman. Terus terang bagi saya ini merupakan salah satu cara belajar sejarah yang efektif ketimbang menghapalkan tahun-tahun dan nama-nama pahlawan di buku sekolah dulu. Belajar sejarah berarti mencoba mengerti bagaimana generasi sebelum kita beraktivitas di masa lalu. Walaupun cuma membahas bioskop, tapi pameran ini cukup menjelaskan banyak hal, melalui foto, poster, teks, dan data-data lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, jarang kita lihat gedung bioskop yang berdiri sendiri, pasti nempel dengan mal yang konsumennya sebagian besar adalah ABG. Oo, mungkin kalau sudah dewasa rata-rata sudah punya uang untuk bikin home theater sendiri. Rekan saya nyeletuk: "ah enggak juga sih, lebih dewasa mungkin lebih irit, nonton bajakan juga cukup"(duh..). Lalu di beberapa foto, kita bisa melihat gedung bioskop yang dulu mewah, megah, bergengsi, kini jadi rumah tua bagi si "homeless". Dalam hati kita menebak, sebentar lagi gedung itu akan berganti jadi mal yang katanya lebih bernilai ekonomi. Kita juga bisa paham bahwa bioskop lama itu sesungguhnya juga pernah menggusur seni pertunjukan tradisional seperti pentas wayang orang. Hmm, penindasan budaya baru memang kejam, ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-3076244371724212127?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/3076244371724212127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=3076244371724212127&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3076244371724212127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3076244371724212127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/04/lihat-display-di-toilet.html' title='lihat pameran di toilet'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/Se6eQ-YGkVI/AAAAAAAAADY/wQjqSx7q0KM/s72-c/SALIHARA_10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-4308896420922048791</id><published>2009-03-18T01:44:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:29:30.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trend desain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain dinding'/><title type='text'>berseni rupa di dinding</title><content type='html'>Entah kebetulan atau tidak, akhir-akhir ini saya sering menemui dinding-dinding yang tampil tidak polos. Baik ketika sedang kerja, mengunjungi rumah kerabat, bahkan ketika sedang jalan di pusat pertokoan atau makan di restoran. Dinding-dinding itu diolah sedemikian rupa sehingga tampilannya bukan cuma bagus tapi "mengesankan", kalau boleh agak 'lebay': begitu menggetarkan :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena itu saya menganggapnya dinding berhias ini sedang nge-tren (asli opini pribadi lho, tanpa melalui survey apa pun, jadi kalau salah mohon dimaafkan). Kali ini saya mau berbagi sedikit. Sayang, di setiap "penemuan" dinding-dinding dekoratif itu, saya tidak selalu mengabadikannya. Jadi, foto yang ada di sini cuma beberapa contoh. Ada yang saya potret sendiri, ada juga yang saya ambil dari internet (dengan mencari gambar yang hampir mirip).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/ScDWS5uiUdI/AAAAAAAAACw/DaThXJuZj64/s1600-h/DSCN3856.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/ScDWS5uiUdI/AAAAAAAAACw/DaThXJuZj64/s200/DSCN3856.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314483180519182802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/ScDWS9IzcfI/AAAAAAAAACo/boMJcQigygE/s1600-h/AAAAAtuHx24AAAAAAF692w.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/ScDWS9IzcfI/AAAAAAAAACo/boMJcQigygE/s200/AAAAAtuHx24AAAAAAF692w.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314483181434663410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun metodenya--ada yang berupa dinding bercat dekoratif, dipasangi wallpaper, diberi sticker, ditempeli panel kayu, dinding kayu yang diukir lalu dipasangi lampu, pokoknya semua bentuk dan cara--intinya menghasilkan dinding yang bercita rasa seni. Barangkali karena sekarang jamannya maksimalis, jadi bidang luas seperti dinding menjadi obyek kreativitas tidak boleh disia-siakan. Dari beberapa yang saya sukai, saya sekarang memilih 2 dinding terfavorit. Yang pertama cat dekoratif di sebuah restoran, dan yang satu lagi wall sticker di sebuah show unit. Dua-duanya menarik karena berwarna emas. Kenapa emas? Nah itulah, saya bukan penggemar emas dan warna emas karena identik dengan kemewahan atau suasana klasik, elegan yang seumur-umur tidak pernah jadi favorit saya. Tapi di ruang-ruang ini, emasnya cantik sekali (hmm penilaian yang subyektif sekali ya?). Jadi apa dong, saya seneng aja ngeliatnya..hehehe.. Teman-teman ada yang bisa menjelaskan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itu salah satu yang saya sukai. Selanjutnya, saya jadi lebih memperhatikan dinding-dinding yang bersolek di tempat-tempat yang lain. Tak lama berselang, seorang teman mengajak saya menulis tentang pengolahan dinding. Tuh kan, berarti dinding yang funky memang sedang disukai banyak orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-4308896420922048791?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/4308896420922048791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=4308896420922048791&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4308896420922048791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4308896420922048791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/03/berseni-rupa-di-dinding.html' title='berseni rupa di dinding'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/ScDWS5uiUdI/AAAAAAAAACw/DaThXJuZj64/s72-c/DSCN3856.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-6288294907613247338</id><published>2009-03-03T06:19:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:30:02.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lahan hijau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senayan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><title type='text'>Senayan, Riwayatmu Kini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1CCvCorsI/AAAAAAAAANM/K2b0QWmZdK0/s1600-h/3.pedagang+senayan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1CCvCorsI/AAAAAAAAANM/K2b0QWmZdK0/s320/3.pedagang+senayan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308972150494375618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senayan (atau Gelora Bung Karno), menurut keterangan yang saya dapat dari wikipedia.org  adalah sebuah kompleks olahraga serbaguna di Senayan, Jakarta, Indonesia. Dibangun dalam rangka menghormati  Soekarno, Presiden pertama Indonesia, yang jadi penggagas pembangunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka de-Soekarnoisasi, pada masa Orde Baru, nama kompleks olahraga ini diubah menjadi Gelora Senayan. Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama kompleks olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1BWOH27qI/AAAAAAAAAM0/Rg4rwrbHFqk/s1600-h/1.senayan+masih+favorit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1BWOH27qI/AAAAAAAAAM0/Rg4rwrbHFqk/s320/1.senayan+masih+favorit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308971385743666850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, Gelora Bung Karno memiliki daya tarik yang kuat. Warga berbondong-bondong menuju Gelora Bung Karno. Tak hanya untuk berolah raga, tapi juga untuk "menghela nafas", relaksasi, setelah melalui kepadatan jadwal harian dan kepadatan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1Bx8di0KI/AAAAAAAAANE/mrmRBjEeOPA/s1600-h/5.parkiran+padat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1Bx8di0KI/AAAAAAAAANE/mrmRBjEeOPA/s320/5.parkiran+padat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308971862039122082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jika dikatakan Gelora Bung Karno adalah salah satu "paru-paru" ibukota. Letaknya di tengah-tengah deretan pencakar langit memberikan angin segar dan ruang untuk beraktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun diantara ruang tersebut, ada potensi yang bisa merusak fungsi utama dari ruang kota itu sendiri. Pertumbuhan pedagang kaki lima yang tidak terkontrol misalnya. Ruang-ruang hijau di Gelora Bung Karno menimbulkan kesempatan untuk berinteraksi. Titik-titik interaksi inilah yang potensial untuk dijadikan lahan berbisnis para pedagang kaki lima. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatur keberadaan pedagang kaki lima ini. Usaha itu tidak bermanfaat banyak, karena pangkal permasalahannya belum tersentuh. Ruang-ruang interaksi, berupa area istirahat, area parkir, dan area pintu gerbang yang "dimampatkan" justru menjadi "ruang positif" bagi pedagan kaki lima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin solusi yang bisa dilakukan adalah, pemetaan kembali lahan parkir, dan jalur /path menuju area berlari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1BgJwphXI/AAAAAAAAAM8/TQ9yc16DFpM/s1600-h/2.LARI+JADI+YANG+UTAMA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1BgJwphXI/AAAAAAAAAM8/TQ9yc16DFpM/s320/2.LARI+JADI+YANG+UTAMA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308971556371268978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-6288294907613247338?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/6288294907613247338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=6288294907613247338&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6288294907613247338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6288294907613247338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/03/senayan-riwayatmu-kini.html' title='Senayan, Riwayatmu Kini'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa1CCvCorsI/AAAAAAAAANM/K2b0QWmZdK0/s72-c/3.pedagang+senayan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-3497014241891747030</id><published>2009-02-17T07:39:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:30:53.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mewah'/><title type='text'>tentang masjid kubah emas</title><content type='html'>jangan terkecoh! ini bukan tulisan tentang arsitektur masjid berkubah emas di satu daerah di sekitar Depok. ini hanya obrolan antara saya dan teman-teman beberapa waktu lalu. bermula dari salah satu liputan teman yang membahas masjid yang terkenal itu. saya agak menyesalkan isi tulisannya yang terlalu memuji-muji bangunan tersebut--tapi dari sisi "sepuhan emas 24 karatnya", bukan karena kelebihan lain, misalnya arsitektur, ornamentasi atau hal lain yang mungkin lebih penting. saya tidak berniat mengutarakan hal ini, tapi di antara omong-omongan itu entah mengapa terlontar juga celetukan iseng saya: "ooo...jadi asal ada emasnya, si masjid pasti lebih bagus dari yang lainnya yah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan teman saya itu mungkin tersinggung, atau tersadar, tapi lalu dia mempertahankan diri: "bukan begitu maksudnya, kalau ada emasnya kan jadi spesial banget, lebih mulia (dari kata logam mulia??), berarti kita menempatkan masjid sebagai yang terbaik karena materialnya juga yang terbaik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(saya) "terus apa pengaruhnya, emang ibadahnya juga lebih baik daripada di masjid lain?" yah, memang saya bukan pengikut "aliran" bahwa tempat ibadah harus bagus, mewah, mengkilap. justru kalau bisa kumuh, jelek, ada di terminal yang hingar bingar, bau sampah pasar, tapi tantangannya: ibadah bisa tetap khusyu'. (maaf kalau terlalu ekstrim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadilah obrolan kemarin itu ajang perdebatan yang membosankan. apalagi ternyata teman-teman yang lain lebih setuju dengan teman saya tadi. beberapa komentar mereka:&lt;br /&gt;&gt;"ya bagus-bagus aja sih, itu menandakan islam sedang berjaya, alhamdulillah"&lt;br /&gt;&gt;"lebih banyak positifnya kok, sekarang malah jadi tempat tujuan wisata, kan"&lt;br /&gt;&gt;"masjid ini bukti kemegahan islam, jadi agama lain yang melihat lebih hormatin muslim"&lt;br /&gt;&gt;"loe udah pernah ke sana belum, belum kan? coba deh ke sana, pasti loe bakal mengagumi masjid itu karena memang luar-dalamnya indah banget" (mulai lagi deh puji-pujian berlebihannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yang kalah akhirnya cuma berkomentar: "mending uangnya dikasih ke yang membutuhkan atau bangun sejuta masjid lain yang lebih sederhana." Yah... memang terserah yang punya uang, yang penting halal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-3497014241891747030?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/3497014241891747030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=3497014241891747030&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3497014241891747030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3497014241891747030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/02/tentang-masjid-kubah-emas.html' title='tentang masjid kubah emas'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-335741874187869177</id><published>2009-02-15T01:39:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:31:28.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi dapur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain dapur'/><title type='text'>memasak dengan nikmat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;....dapur adalah salah satu bagian di dalam rumah yang saya sukai....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka ketika menemukan berita tentang desain dapur termutakhir, saya langsung buru-buru menandai situs-situs web yang berkenaan dengan berita tersebut. siapa tahu di lain waktu saya membutuhkannya. ada banyak model dapur, tapi di sini saya hanya akan membahas 3 yang saya sukai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.furniturestoreblog.com/images/snaidero%20usa%20modern%20italian%20kitchens%20and%20cabinetry.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 499px; height: 302px;" src="http://www.furniturestoreblog.com/images/snaidero%20usa%20modern%20italian%20kitchens%20and%20cabinetry.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Acropolis, the circular kitchen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(by Snaidero)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain dapur ini mungkin mendekati impian saya yang suka memasak (walau belum tentu enak:D), bentuknya melingkar (sehingga kitchen setnya memutari badan saya). dalam bayangan saya, ini membuatnya terlihat begitu fungsional. barangkali setiap gerakan saya akan efektif dalam dapur ini. Snaidero memiliki beberapa seri desain circular yang bisa disesuaikan dengan berbagai bentuk-bentuk ruang. dapur memutar ini juga dilengkapi dengan sebuah komputer, lumayanlah untuk browsing resep atau menonton demo memasak di you tube :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kitchens.it/media/6727_foto2_zoom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 700px;" src="http://www.kitchens.it/media/6727_foto2_zoom.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. The Z kitchen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(by Zaha Hadid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang satu ini saya sukai sebab dapur ini telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat futuristik. Karena masak-memasak tak bisa lepas dari produk berteknologi, dapur ini bisa dibilang ideal. atau bagi sebagian orang justru berlebihan. apakah memang perlu memasak dengan ditemani oleh multimedia entertaining system (berupa flat screen dan mac mini)? tapi saya rasa itu tidak ada salahnya. "kehebatan" lainnya adalah fasilitas heating membrane, scent dispenser, control panel touch screen, dan lain-lain yang lama-lama saya tak paham lagi gunanya untuk apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.toys4bigboys.ie/UploadCentre/Images/Cms/Gadgets/SHEER.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 643px;" src="http://www.toys4bigboys.ie/UploadCentre/Images/Cms/Gadgets/SHEER.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Sheer bubble&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(by Sheer Italy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung menyukai desain ini karena ukurannya yang super-mini, konon diameternya cuma 148 cm. dan pastinya memiliki desain yang sangat kompak. berwujud satu unit yang (katanya) fleksibel untuk diletakkan pada ruang yang tidak luas (sempat ragu juga dengan desain yang membulat seperti itu). tapi setelah melihat gambarnya, cukup masuk akal karena ibaratnya unit dapur ini seperti furnitur yang bisa "disimpan". ketika akan digunakan, unit bisa "dibongkar" menjadi seperti meja kerja lalu bila sudah selesai langsung bisa ditutup sehingga tampak rapi. hmm ada kulkas dan ovennya juga lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapur memang sudah berevolusi menjadi gadget berfitur canggih, tapi seperti halnya karakter gadget, makin canggih biasanya  harganya makin muahall.....:D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-335741874187869177?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/335741874187869177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=335741874187869177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/335741874187869177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/335741874187869177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2009/02/memasak-dengan-nikmat.html' title='memasak dengan nikmat'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-570103538119683444</id><published>2008-11-27T00:59:00.000-08:00</published><updated>2011-05-10T03:32:06.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chanel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaha hadid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><title type='text'>Chanel Mobile Art</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5i0ueyOiI/AAAAAAAAAG0/au0V-AkbruE/s1600-h/18.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273260871667300898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5i0ueyOiI/AAAAAAAAAG0/au0V-AkbruE/s200/18.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Seni Bongkar-Pasang pada Sebuah Ruang Pamer&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati koleksi benda-benda seni, terkadang kita perlu terbang ke suatu negara tertentu. Misalnya, untuk menikmati karya Jeff Koons kita harus pergi ke Museum Guggenheim Bilbao di Spanyol. Atau koleksi karya seni kontemporer milik Tate Modern Museum di London, Inggris. Berbeda dengan keadaan di atas, hasil kolaborasi antara arsitek Inggris kelahiran Bagdad, Zaha Hadid, dengan rumah mode Chanel, mencoba menghadirkan sebuah ruang pamer non-permanen yang memiliki mobilitas. Dalam makna global, obyek-obyek seni beserta wadahnya yang bepergian dari satu negara ke negara lainnya. Bukan manusianya yang mendatangi negara dimana museum itu berada. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Chanel Mobile Art, begitulah namanya. Ruang pamer ini akan berpindah-pindah tempat mulai tahun 2008 ini hingga 2010. Beruntunglah enam kota pusat mode dari enam negara yang disinggahinya, yaitu Hong Kong (Februari-April 2008), Tokyo (Mei-Juli 2008), New York (Oktober-November 2008), London (Mei 2009), Moskow (Oktober 2009), dan Paris (Januari-Februari 2010). Seperti halnya Museum Guggenheim di Bilbao, obyek pameran bukan hanya yang berada di dalam bangunan, tetapi bangunannya itu sendiri juga merupakan obyek seni yang layak diberi apresiasi. Arsitektur dan seni memang merupakan dua kata yang saling terkait. Bangunan non-permanen yang oleh Zaha Hadid disebut sebagai paviliun, merupakan obyek pameran yang nampaknya paling menarik minat pengunjung. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5ZijeVRYI/AAAAAAAAAGA/EofqN9ujwZ4/s1600-h/12c.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5h7HuBifI/AAAAAAAAAGk/hgW8SepO3aI/s1600-h/12c.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273259882009692658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5h7HuBifI/AAAAAAAAAGk/hgW8SepO3aI/s200/12c.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari atas ketinggian, paviliun ini terlihat seperti sebuah pesawat ruang angkasa. Bentuk yang membulat tak bersudut lancip dengan permukaan warna putih mengilat. Bagian atap paviliun memiliki rangka yang mekanik. Tujuannya untuk mengatur bentuk atap agar suhu dalam ruangan terkontrol, sebagai respon terhadap iklim dimana paviliun ini berada. Bagian tengah atap terdapat permukaan transparan sebagai &lt;em&gt;skylight&lt;/em&gt;. Bentuknya mirip kelopak bunga tak beraturan. &lt;em&gt;Skylight&lt;/em&gt; menerangi aula seluas 65 m2 di bawahnya. Paviliun ini tampak melayang karena terdapat &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt; antara landasan dan dinding eksterior yang melengkung. Pada celah tersebut ditempatkan &lt;em&gt;hidden light&lt;/em&gt; yang menyala dikala malam tiba. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5YsY09UzI/AAAAAAAAAF4/g9ZjkTu_jQg/s1600-h/15b.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5iF23iawI/AAAAAAAAAGs/xzOGAuAb9Jc/s1600-h/9.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273260066464754434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5iF23iawI/AAAAAAAAAGs/xzOGAuAb9Jc/s200/9.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;“The form is like a loop,”&lt;/em&gt; begitu yang dikatakan Hadid tentang bentuk arsitektur paviliunnya. Struktur ruang pamer ini merupakan repetisi bentuk lengkung, mirip tulang rusuk. Setiap elemen paviliun ukurannya tidak lebih dari 2,25m. Bentuk-bentuk yang rumit dan spesial dibuat tidak lebih tebal dari 3cm dan maksimum lebarnya 2,25m. Semua sistem strukturnya dapat dibongkar-pasang dan terdiri dari potongan-potongan tersistematis sehingga memudahkan pengemasan dan transportasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5eHwuU7dI/AAAAAAAAAGQ/H3ZYacA7W68/s1600-h/18.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5jm-thE6I/AAAAAAAAAHE/hN9G5ZiSZRU/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273261735017517986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5jm-thE6I/AAAAAAAAAHE/hN9G5ZiSZRU/s200/1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rangka paviliun ditutup dengan sistem &lt;em&gt;cladding&lt;/em&gt; dari panel-panel putih mengkilap dalam sistem modular sistematis. Bentuk yang berlapis-lapis dan bermodul ini menurut Hadid, terinspirasi dari tas quilted Chanel yang diluncurkan tahun 1955 dan kemudian menjadi populer hingga saat ini. Rangka dan panel dibuat sangat praktis, teratur, dan terukur. Untuk memasang struktur, diperlukan waktu sekitar 3-4 minggu lamanya. Sementara hanya diperlukan waktu 2 minggu untuk membongkar. Keseluruhan elemen bangunan itu terbagi dalam 700 komponen dengan total berat mencapai 180 ton.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebar keseluruhan paviliun 29m dan panjang total 45m. Untuk menuju pintu masuk atau pintu keluar paviliun, kita akan melewati sebuah teras yang luasnya 128m2. Ruang transisi inilah yang membagi dua massanya yaitu massa utama berbentuk oval dan massa yang lebih kecil berbentuk lengkung seperti tanda koma. Massa yang lebih kecil ini dipakai sebagai loket. Massa bangunan tampak begitu rendah dibanding bangunan-bangunan disekelilingnya. Tingginya hanya mencapai 6 meter, dengan lantai bangunan yang dinaikkan setinggi 1m. Walaupun rendah, namun paviliun ini tampak kontras dalam lingkungannya. Karena itu pemilihan lokasi menjadi hal yang penting. Lokasi paviliun selalu dipilih di ruang terbuka, seperti bekas tempat parkir di Hong Kong, Yoyogi Olympic Plaza di Tokyo, atau Central Park di New York. Ruang publik terbuka di tengah kota tersebut sangat mendukung bentuk massa yang begitu membumi ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Chanel Mobile Art menjadi terobosan baru sebuah ruang pamer yang sangat fungsional, praktis, elegan, dan dinamis. Bentuknya yang organik terasa begitu mengalir, luwes, dan bergerak. Bentuk massa oval tak simetris ini seolah-olah bergerak dan mengalir tanpa henti dari sudut ke sudut. Konsep bergerak dan mengalir juga diterapkan dalam &lt;em&gt;layout&lt;/em&gt; ruang. Pintu masuk dan pintu keluarnya berada pada satu zona berdekatan, sehingga pengunjung di dalam ruang pamer akan diajak untuk bergerak berputar mengelilingi massa utamanya. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5jJcBj4zI/AAAAAAAAAG8/felowVVSFUc/s1600-h/10.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273261227490140978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5jJcBj4zI/AAAAAAAAAG8/felowVVSFUc/s200/10.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5gdm0P5nI/AAAAAAAAAGY/R1VwEofEMUE/s1600-h/10.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Berpindah dari satu instalasi seni ke instalasi lainnya dan berakhir di aula tepat di bawah &lt;em&gt;skylight&lt;/em&gt;. Setiap pengunjung dibekali sebuah alat &lt;em&gt;audio tour&lt;/em&gt; untuk memandu penjelajahan obyek-obyek pameran. Sekitar 20 seniman kontemporer internasional ikut berpartisipasi dalam Chanel Mobile Art ini. Tak ketinggalan Zaha Hadid, yang berhasil menyuguhkan arsitektur sebagai sebuah karya seni bangunan kontemporer abad 21. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-570103538119683444?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/570103538119683444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=570103538119683444&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/570103538119683444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/570103538119683444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/11/chanel-mobile-art.html' title='Chanel Mobile Art'/><author><name>si anis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17581417399462329318</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_uDbn_dwTdYU/R8KOCWrOU-I/AAAAAAAAAB4/QtLlZLkkhY8/S220/rumpimania.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDbn_dwTdYU/SS5i0ueyOiI/AAAAAAAAAG0/au0V-AkbruE/s72-c/18.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-5287397389796392387</id><published>2008-10-27T01:07:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:33:10.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='desain rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interior'/><title type='text'>Sensasi Menata di Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SQWMxMC2NxI/AAAAAAAAAJc/tkg0KgjMXNo/s1600-h/TANGGA+SUDUT+ATAS.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SQWMxMC2NxI/AAAAAAAAAJc/tkg0KgjMXNo/s200/TANGGA+SUDUT+ATAS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261766516326938386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menata berarti merubah dan mengkomposisikan elemen menjadi lebih nyaman, lebih seimbang, lebih berarti, saat dipandang, saat dirasakan, dan saat difikirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran aktivitas menata bisa terkait langsung dengan kepribadian kita. Semakin sering kita menata elemen di rumah, smakin jelas kita memiliki "sense of belonging" yang tinggi pada lingkungan kita. Hidup membutuhkan keseimbangan. Dan keseimbangan itu tidak hanya datang dari pikiran kita, tapi juga dari cara menyeimbangkan diri dengan elemen-elemen yang ada di lingkungan sekeliling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...Semakin mudah rasanya kita mendapatkan keseimbangan bila semua elemen saling tersusun dengan komposisi yang indah, saling terkait satu sama lain, dengan chemistry (semangat) yang sama atau kadang saling berhubungan. Layaknya makhluk hidup, lingkungan memiliki bahasanya sendiri...Namun maknanya selalu bisa kita rasakan. Lingkungan yang baik memberi makna kenyamanan, lingkungan yang buruk memberikan semangat memberontak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali melihat isi rumah. Kesan pertama sangat penting ketika kita menikmati sebuah ruangan. Istilah "don't judge a book by it's cover" tak berlaku. Mata tak akan membohongi hati dan fikiran saat melihat elemen-elemen di rumah. Benda mati hanya memiliki bentuk, warna, tekstur, tergantung bahan pembuatannya. Maka tak ada nilai-nilai subjektif yang bisa mengaburkan kesan yang kita terima pertama kali terhadap elemen ruang. Komposisi dan proporsi secara tak langsung mengikat bentuk ruang. bentuk ruang yang bisa diistilahkan dengan shape menjadikan ruang memiliki pesan yang bisa kita tangkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ruang seperti kita berada dalam sebuah prosesi ritual inagurasi diri kita sendiri. Proses adaptasi tersebut akan terasa hingga kita mengenal secara detail setiap elemen-elemen penyusun ruang. Saat inagurasi selesai, akan selalu timbul keinginan untuk menambah, mengurangi, atau merubah tatanan dari elemen ruang atau warna dan bahan penyusun elemen ruang. Kita akan ingin terus menikmati makna baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SQWIbFWFRpI/AAAAAAAAAJU/b8_YeRxTwB8/s1600-h/ambalan+nyeni.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SQWIbFWFRpI/AAAAAAAAAJU/b8_YeRxTwB8/s200/ambalan+nyeni.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261761738524935826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menata ruang tak lain adalah proses memaknai diri. Dan berubah adalah sebuah tuntutan yang didakwakan pada insan-insan yang terus belajar, hingga ia mengenal, memahami, dan mensyukuri  makna-makna yang terkandung di alam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-5287397389796392387?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/5287397389796392387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=5287397389796392387&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5287397389796392387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/5287397389796392387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/10/sensasi-menata-di-rumah-menata-berarti.html' title='Sensasi Menata di Rumah'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SQWMxMC2NxI/AAAAAAAAAJc/tkg0KgjMXNo/s72-c/TANGGA+SUDUT+ATAS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-4504894423903976885</id><published>2008-09-15T12:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:33:40.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='modern'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makassar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandara'/><title type='text'>Bandara Int'l Sultan Hasanuddin, Makassar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.hasanuddin-airport.com/images/stories/easygallery/resized/DSC_0037-5.JPG.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://www.hasanuddin-airport.com/images/stories/easygallery/resized/DSC_0037-5.JPG.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.hasanuddin-airport.com/images/stories/easygallery/resized/DSC_0057-5.JPG.jpg" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 16.0px Georgia"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;"Di Indonesia nih?" demikian ungkapan keheranan robertsmith, salah satu anggota forum komunitas.Tampilan bandara baru Sultan Hasanuddin ini memang beda dengan bandara lain di Indonesia. "Bercita rasa modern," kata pejabat Angkasa Pura saat soft opening, 4 Agustus lalu. Karena  bandara yang lama dianggap kurang layak untuk menjadi pintu gerbang Makassar, maka sejak 3 tahun lalu dimulailah pembangunan bandara yang baru. Letaknya hanya 2 km dari bandara lama. Kini, bandara baru sudah sebulan beroperasi, kendati acara peresmiannya terus tertunda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 16.0px Georgia; min-height: 19.0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 16.0px Georgia"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tampilan baru yang mencengangkan bagi sebagian orang ini tak luput dari kritik. Menurut Lembaga Ekonomi Insan Sulawesi, bangunan bandara ini arsitekturnya tak berkarakter Makassar. Kami setuju, meski hanya melihatnya dari foto atau gambar bergerak di Youtube.com. Sekilas mirip dengan bandara di China atau Korea. Tapi kritik ini buru-buru ditampik pihak bandara. Dikutip dari Tribun Timur: "Kita tidak secara langsung mengadopsi arsitektur lokal, melainkan gabungan modern dan tradisional. Misalnya, lengkung-lengkung di bagian depan menggambarkan semangat orang Bugis/Makassar dan gerbang utama idenya dari atap rumah Toraja Tongkonan." Namun menurut kami, penggabungan ini sekadar bentuk, bukan ruang sehingga tetap kurang terasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 16.0px Georgia"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img style="text-decoration: underline;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 400px; " src="http://www.hasanuddin-airport.com/images/stories/easygallery/resized/DSC_0057-5.JPG.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 16.0px Georgia"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Satu yang menurut kami menarik adalah langit-langit interior lantai atas, konon mengambil model kain sulam tradisional Mandar. Semoga dengan bangunan baru ini bandara Hasanuddin makin meningkat kualitasnya, baik keselamatan (safety), keamanan (security), maupun pelayanan publik (service). Tidak lagi terburuk versi audit Departemen Perhubungan (baca: http://www.antara.co.id/arc/2007/6/12/ngurah-rai-bandara-terbaik-hasanuddin-terjelek/), seperti tahun 2007 lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-4504894423903976885?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/4504894423903976885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=4504894423903976885&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4504894423903976885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/4504894423903976885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/09/bandara-intl-sultan-hasanuddin-makassar.html' title='Bandara Int&apos;l Sultan Hasanuddin, Makassar'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-7040113485359739390</id><published>2008-06-22T06:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:34:14.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jakarta'/><title type='text'>481 tahun Jakarta</title><content type='html'>Kami memang bukan orang Jakarta asli, kami cuma pendatang yang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;numpang&lt;/span&gt; cari makan di sini. Terus terang, banyak yang belum kami ketahui tentang Jakarta. Kebetulan di hari ulang tahun Jakarta kali ini, kami terpengaruh oleh siaran televisi yang hampir semua bernuansa Betawi-betawian. Lalu benak kami sedikit bertanya-tanya bagaimana kondisi Jakarta pada 22 Juni, 481 tahun lalu. Hasil pencarian kami tak banyak, mungkin banyak, tapi tiap sumber punya versi cerita yang berbeda-beda dan tak saling melengkapi. Namun, lumayanlah untuk sekadar mendapat sedikit gambaran.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SF54JQ7cEBI/AAAAAAAAAAk/t1kuICWoIN4/s200/IMG_0666_2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214737519100039186" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut versi situs pemda DKI, tanggal 22 Juni 1527 sebetulnya adalah satu hari ketika seorang pemuda bernama Fatahillah (entah benar atau tidak, ada yang menyebut beliau adalah nama lain Sunan Gunung Jati) menyebut kota ini: &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Jayakarta&lt;/span&gt;. Jayakarta sendiri adalah nama seorang pangeran yang pernah menjadi bupati Sunda Kalapa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelumnya, daerah ramai ini memang bernama Sunda Kalapa, konon Kalapa merupakan daerah pelabuhan yang dimiliki oleh Kerajaan Sunda (Tarumanegara?) beribukota Pajajaran (kira-kira saat ini adalah kota Bogor). Kalapa yang strategis membuat bangsa penjajah tak hentinya berdatangan. Walau sempat diusir oleh Fatahillah, tapi akhirnya penjajah dapat menguasai wilayah ini. Mereka punya nama sendiri: Batavia. Sejak itu, penjajah membuat sejumlah kanal dan bangunan-bangunan, Batavia pun terus berkembang ke selatan. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-7040113485359739390?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/7040113485359739390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=7040113485359739390&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7040113485359739390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7040113485359739390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/06/481-tahun-jakarta.html' title='481 tahun Jakarta'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SF54JQ7cEBI/AAAAAAAAAAk/t1kuICWoIN4/s72-c/IMG_0666_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-7636579032172537856</id><published>2008-05-05T20:17:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:35:05.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur green'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekologis'/><title type='text'>Menghijaukan Rumah Secara Ekologis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SB_oFb7DFhI/AAAAAAAAAHg/xLgEO8nwvOc/s1600-h/eco.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SB_oFb7DFhI/AAAAAAAAAHg/xLgEO8nwvOc/s320/eco.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197127675101255186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin tanggal 5 Mei 2008, Saya mengikuti forum pengembangan wawasan yang diadakan oleh redaksi majalah iDEA. Kali ini redaksi mengundang pakar arsitektur lansekap, Nirwono Yoga (dipanggil mas Yudi), dan rekannya ibu Anggia Murni, seorang pakar di bidang lansekap dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;plannery.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal penting terungkap di forum. Diantaranya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt; tentang pembuatan taman di rumah yang sering dipahami  secara pendekatan  visual saja. Bahwa memiliki taman yang indah membuat hati puas itu betul. Namun banyak hal lain yang harusnya kita sadari terkait keberadaan kita di lingkungan, seperti larinya&lt;span style="font-style:italic;"&gt; run off water &lt;/span&gt;(air di atas tanah) dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;recycling&lt;/span&gt; dari sampah-sampah organik (daun-daun, dan batang busuk) yang berasal dari taman kita. &lt;br /&gt;Kesadaran kecil terhadap dua hal diatas berarti membuka mata kita agar bisa melihat kehadiran taman dalam kacamata nilai-nilai ekologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ekologis? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata menurut Nirwono Yoga, pendekatan fungsi taman secara ekologis lebih utama bagi para pemilik rumah-rumah kecil. Karena untuk lahan yang kecil, makna kapasitas lahan sebagai tempat serapan air dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;recycle&lt;/span&gt; bahan organik menjadi lebih krusial dibanding hanya membuat taman yang indah dan cendrung memubazirkan biaya karena mahal. Taman yang berfungsi ekologis juga lebih bermanfaat untuk desain-desain rumah yang bertemakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Green Building&lt;/span&gt;. Nilai-nilai ekologis juga membuat desain taman menjadi lebih ekonomis dan efisien dalam pemeliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;  yang harus dilakukan bila kita ingin membuat taman yang ekologis?&lt;br /&gt;Ada beberapa 3 pendekatan utama sebenarnya yang bisa dilakukan untuk memahami taman yang ingin kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Mengintegrasikan desain taman dan desain rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita dan kejadian yang kita dengar dan lihat, tentang taman yang membosankan atau tidak nyambung dengan bangunan. Apa sih penyebabnya?&lt;br /&gt;Seperti ungkapan dalam zen, keselarasan adalah kunci ketenangan. Keselarasan desain taman yang mencakup komposisi,posisi, dan desain taman (misal modern, klasik, atau tropis) dengan rumah menjadi kunci utama dari kesuksesan mendesain taman. Taman yang menarik akan membuat nilai visual rumah pun menjadi lebih menarik. Nilai visual yang terintegrasi, tidak saling mendominasi satu sama lain sehingga terlihat nyaman dipandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi taman haruslah seimbang. penggunaan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hard material&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;soft material&lt;/span&gt; harus disesuaikan dengan luasan lahan dan bukaan yang ada di rumah.  Rumah yang banyak bukaannya mungkin menjadi tren saat ini (terkait dengan isu global warming dan penghematan energi), namun apa jadinya bila rumah dengan bukaan yang banyak itu tidak didukung oleh taman-taman yang rimbun. Panas, kering kerontang dan gerah rasanya di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Memahami elemen-elemen ekologis di rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kendala pasti muncul saat mendesain taman, salah satunya yang paling umum adalah keterbatasan lahan. Apakah perlu kita membuat taman, karena untuk jemur aja lahannya masih kurang? &lt;br /&gt;Naaa disini lah peran pendekatan taman ekologis berbicara. Taman tidak harus berfungsi secara visual, namun taman tetap dibutuhkan sebagai lahan serapan air. Selain itu memang di setiap lokasi khususnya di Jakarta telah memiliki standar persentase penggunaan lahan. Standar itu tertuang dalam RUTR pemda DKI yang menetapkan keharusan adanya lahan hijau di rumah, walau persentasenya berbeda-beda di setiap kawasan. Seperti di Jakarta Utara yang relatif padat, KDH (koefisien Dasar Hijau)-nya hanya sekitar 10%. Berarti, harus ada sisa lahan sebesar 10% dari luas lahan yang ada untuk dijadikan lahan hijau ( taman, atau lahan serapan). Untuk wilayah lain di Jakarta, persentasenya lebih besar lagi. Di Jakarta Barat sekitar 15-20%, dan di Jakarta Selatan mencapai 25 -40% lahan hijau yang harus disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendesain rumah, hendaknya kita memikirkan aspek ekologis juga. Kemana air hujan mengalir, kemana daun-daun kering akan dibuang? Akankah dibuang ke tempat sampah begitu saja?. Dan satu hal lagi, haruskan taman ditanami tanaman yang mahal?&lt;br /&gt;Desain taman yang terintegrasi berarti juga mengintegrasikan kebutuhan hidup kita pada taman yang kita buat. Hal itu termasuk menjadikan taman sebagai tempat kita memelihara tanaman produktif untuk kebutuhan kita. Keadaan saat ini menuntut kita (warga kota) lebih mandiri dalam bertindak. Menanam tumbuhan produktif seperti rempah-rempah dan tanaman obat adalah salah satu tindakan yang bijak untuk mengurangi pemakaian energi bensin saat pergi ke pasar hanya untuk membeli rempah-rempah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain desain yang matang membuat kita tak gagap saat tren baru melanda. Orang-orang sedang gagap menggunakan sumur biopori, kita ternyata juga sudah menerapkan prinsipnya (menguraikan zat organik) dengan membuat sumur-sumur serapan sendiri sedari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Melakukan pendekatan kebutuhan 5 panca indera kita terhadap taman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman selalu ada di rumah-rumah masyarakat Indonesia sejak jaman dulu. Walaupun memang tipologi taman khas Indonesia menurut Nirwono Yoga tidak menggunakan rumput sebagai hamparan utama, namun terdiri dari kelompok-kelompok tanaman yang dipisahkan oleh jalur-jalur path utama. Ini berarti kebutuhan orang akan sebuah ruang visual untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;refresing &lt;/span&gt;mata adalah mutlak. Keberadaan taman terkait dengan kebutuhan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;maintenance&lt;/span&gt; panca indera kita. Panca indera kita pun butuh asupan-asupan makanan visual dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;taste&lt;/span&gt; baru agar tidak mudah merasa jenuh dan bosan dengan keadaan yang ada.&lt;br /&gt;Mata tak harus dibiarkan letih melihat hamparan jalan hitam, dan bentangan gedung-gedung yang tinggi menyilaukan mata. Mata butuh kembali ke alam agar diperkaya dengah hal-hal baru dari alam yang akan membuat kita bersyukur atas penciptaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut ibu Anggia murni, salah satu fungsi taman adalah sebagai pengalih pandangan untuk memperkaya fungsi panca indera. Memahami alam membuat mindset kita berkembang, dan mempengaruhi karya kita. Wah, bener deh, pemerintah kita begitu tertinggal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt;-nya. Saat pemerintah Jakarta masih sibuk mengejar target penanaman 10.000 pohon dengan mengabaikan jarak tanam sehingga tumbuh semrawut, Singapur sendiri sudah berbenah maju beberapa langkah dengan mendesain taman kota yang bisa didatangi banyak kunang-kunang, kupu-kupu, dan burung-burung yang memperindah suasana. &lt;br /&gt;Pengayaan taman yang memberikan makna kaya pada panca indera itu penting, seperti  penanaman tanaman yang tidak hanya berdaun hijau, tapi bisa juga silver, atau pemberian ornamen pembentuk suasana yang menyegarkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendengaran pun menjadi penting saat menikmati taman. Suasana kicau burung pagi, gesekan pohon dan daun bambu, atau gemericik air membuat suasana tenang dan kita merasa jauh dari masalah. disitulah fungsi taman sebagai penghibur pendengaran.  Taman pun bisa membantu kita memperkaya daya indera penyentuh kita, misalkan dengan menanam tanaman yang memiliki tekstur bermacam-macam, seperti pakis monyet atau tanaman anthurium yang memberikan kesan melegakan saat kita berhasil membuat anthurium kita berdaun besar dan kokoh saat disentuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya kita memiliki taman yang indah, yang memanjakan panca indera dengan keindahan visual, kelembutan, dan harumnya. Hal-hal itu bisa membuat kita merasa lepas dari kerumitan masalah dalam hidup. Kembali ke alam sebuah pilihan yang indah. Ayo kita bersahabat dengan alam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-7636579032172537856?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/7636579032172537856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=7636579032172537856&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7636579032172537856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7636579032172537856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/05/menghijaukan-rumah-secara-ekologis.html' title='Menghijaukan Rumah Secara Ekologis'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SB_oFb7DFhI/AAAAAAAAAHg/xLgEO8nwvOc/s72-c/eco.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-3269699714327789689</id><published>2008-04-24T20:20:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:35:45.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borobudur'/><title type='text'>Siapakah Yang Dinamakan Arsitek di Masa Lampau??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SJF5J-MhzKI/AAAAAAAAAIk/pNP6UkcHItI/s1600-h/borobudur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SJF5J-MhzKI/AAAAAAAAAIk/pNP6UkcHItI/s400/borobudur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229093854575185058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih rasanya bila kita melihat kondisi negara yang masing elemen-elemen saling menyalahkan, terbawa arus ego dan kebanggaan semu. Keadaan ini sebenarnya lumrah saat kita terlalu berorientasi pada template, standar, dan kondisi ter-ideal. Tapi secara tak sadar, orientasi itu membuat segementasi yang semakin banyak, atau jika dikatakan jurang, mungkin jurang yang semakin besar, antara pengetahuan dan ketidak tahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang terjadi pada kumpulan individu, yang dipayungi kesamaan cita-cita (mungkin) dalam sebuah wadah organisasi. Bagi saya berorganissasi itu penting, dan memiliki sebuah kapabilitas itu penting. Tapi ada satu hal yang terpenting bila kita ingin memecahkan masalah, ialah cinta. Terkesan melankolis, padahal itu benar-benar logis. Saya ingat ketika baru masuk dunia kampus arsitek, saya diboyong oleh ketua jurusan, yang membawa saya ke salah satu bukit di kampus. Dia memperlihatkan keadaan kampung sekitar, yang tak tertata. Dia berkata "Itu adalah masalah kalian, dan menjadi tugas kalian untuk membenahinya". Terus terang kejadian itu akan saya ingat selalu, mungkin sampai saya mati. Seolah beliau memberikan "jembatan cintanya" untuk kami, yang dahulu adalah calon arsitek.&lt;br /&gt; Berbeda halnya dengan ketua jurusan yang berikutnya, yang malah dengan sinis mengatakan, " Jika tak kuat jadi arsitek, lebih baik keluar dari sekarang". Dari awal jurang ketakutan sudah terbentuk. Badan harus melompat untuk melewati jurang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertekad.. suatu saat saya akan berada di sebuah organisasi keprofesian karena cinta saya pada dunia arsitektur dan lingkungan binaan, bukan karena karya-karya saya , bukan karena ketakutan atas desakan orang lain,  nafsu duniawi mengejar proyek dan kenarsisan karya, atau akibat faktor arogansi yang saya benci.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya pun  ingin melepas penat dengan jalan-jalan... Menikmati pengalaman ruang dan waktu yang benar-benar lebih nikmat dari sekedar mimpi.. Menikmati karya bisa membuat saya bersyukur, dan lebih dekat pada Sang Maha Pencipta.. Mimpi hanya bisa membuat orang menjadi elitis-elitis yang berpijak di awan-awan dunia ego...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu berlalu ..Saat jalan-jalan menikmati candi Borobudur yang megah, selalu saya bertanya.. Untuk apa mereka membuat karya dari batu-batu yang berat itu. Apakah candi/stupa  adalah simbolisasi keadaan pada saat  itu seperti halnya patung selamat datang dan monas di jakarta, atau merupakan sosok bentuk yang harus hadir di tengah-tengah masyarakat pada saat itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya mengenai konteks... kenapa sebuah candi tercipta.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borobudur,adalah sebuah candi yang dikawasan Magelang yang relatif dingin. Borobudur saya jadikan contoh betapa arsitek adalah sosok pemersatu...bukan pemecah belah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Borobudur merupakan bangunan suci berbukit sebagai peninggalan sejarah agama Buddha mazhab Mahayana. Dari prasasti tahun 842 Casparis menyimpulkan bahwa nama lengkap monumen sejarah itu adalah Bhumisambharabhuddhara yang berarti "Gunung himpunan kebajikan sepuluh tingkatan Bodhisattva". Dengan arsiteknya Gunadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke 8, diperkirakan para ahli dari penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa Borobudur dibangun lebih dahulu dari candi Kalasan, sedangkan candi Mendut didirikan lebih dahulu dari candi Borobudur pada tahun 824 oleh Raja Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah kejadian-kejadian yang terjadi, yang menyebabkan Borobudur hadir di tengah kita, menjadi sebuah "solusi" di tengah kehancuran mental dan budaya masyarakat di sekitar kerajaan saat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian 1:&lt;br /&gt;Kehidupan cenderung berubah bagai Cakra Manggilingan, yang menggambarkan keserakahan, keangkaramurkaan, saling menindas yang mengakibatkan kacau dan suasana mencekam. Kehadiran Rakai Panangkaran yang dikenal sebagai sosok spiritualis tanggap terhadap kehidupan manusia yang perbuatannya tidak terpuji, untuk itu maka ia mengajarkan tentang jalan kehidupan yang baik. Ajaran tersebut dalam bentuk batu berundak (Candi) yang berisi ajaran hidup Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian 2:&lt;br /&gt;Suasana kerakyatan dan kegotongroyongan, kebersamaan dan semangat masyarakat di lereng Bukit Menoreh dalam mengawali pembangunan Candi Borobudur. Kemudian muncul gangguan dari makhluk halus yang mengakibatkan penderitaan rakyat. Para punggawa kerajaan dan Bhiku segera mengambil tindakan untuk mengusir roh-roh jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian 3:&lt;br /&gt;Raja Samaratungga bertekat untuk menyelesaikan pembangunan Candi, dengan bantuan dan dukungan segenap rakyat secara bersatu padu bekerja keras untuk menyelesaikan bangunan Candi Borobudur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian 4:&lt;br /&gt;Raja Samaratungga, para punggawa dan segenap masyarakat bersyukur atas selesainya pembangunan Candi Borobudur dengan bersimpuh dan berdoa di bawah pimpinan para Bhiku untuk perdamaian dan kedamaian hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap arogan dan dominansi merajalela di jaman "kacau balau" ini.. mirip seperti kejadian jaman Kerajaan Saylendra.. semua elemen terkait dengan sifat kearogansian. Hanya satu hal yang bisa mengikat, cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian pada rakyat yang diperhatikan oleh Rakai Panangkaran tidak ditunjukkan dengan membebaskan beban orang yang satu dengan yang lainnya.. tapi membuat sama-sama bertanggung jawab membentuk sebuah "pencapaian baru" menuju kesempurnaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunadharma sang perancang, menjadikan borobudur bagian dari alam semesta, dengan mengaitkannya pada posisi &lt;a href="http://antonwilliam.blogspot.com/"&gt;bintang kutub &lt;/a&gt;yang dulu masih terlihat. Memapas bukit, membuat umpak-umpakan yang semua berisi pencapaian makna diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitek itu seperti penghubung antara alam manusia dan alam raya.. adalah pembuat solusi, entitas yang menghubungkan identitas, wakil rakyat, empu yang mencipta dengan restu alam semesta. Arsitek adalah laku, bukan pelaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan bukanlah milik seseorang saja.. jalan menuju kesempurnaan adalah milik semua orang. Pemegang amanah dengan tugas Arsitek bukanlah sosok yang sempurna dan harus diikat dengan "organisasi yang seolah disitulah kesempurnaan berkumpul".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayoo lah... pleasee.. jangan sekaku itu.... tebarkan cinta di bumi ini.... hindarilah berdiri di tepi jurang. Kesempurnaan adalah kebersamaan, kesadaran bersama mengelola proses dari yang buruk menuju hal-hal yang baik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua itu diikat dalam cinta... bukan rasa saling mengkotakkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;arsitek indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;- http://www.indonesiamedia.com&lt;br /&gt;- http://www.walubi.or.id&lt;br /&gt;- http://navigasi.net&lt;br /&gt;- http://www.blogger.com/feeds/367872120554888292/posts/default&lt;br /&gt;- http://www.yogyes.com&lt;br /&gt;- dan berbagai sumber lainnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-3269699714327789689?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/3269699714327789689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=3269699714327789689&amp;isPopup=true' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3269699714327789689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/3269699714327789689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/04/siapakah-yang-dinamakan-arsitek-di-masa.html' title='Siapakah Yang Dinamakan Arsitek di Masa Lampau??'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SJF5J-MhzKI/AAAAAAAAAIk/pNP6UkcHItI/s72-c/borobudur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-6819150209361741042</id><published>2008-04-19T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:36:07.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jepara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='museum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kartini'/><title type='text'>Ada Apa di Museum Kartini?</title><content type='html'>Hari Kartini tinggal 2 hari lagi, seperti bocah TK ataupun SD, kami pun ingin merayakannya dengan cara kami sendiri. Terus terang, rasanya kami tidak pernah bosan untuk menggali pribadi dan pemikiran beliau. Kali ini kami melongok isi museum Kartini yang terletak di jantung kota Jepara, berharap mendapati sesuatu yang baru yang belum pernah kami tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti museum l&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SAnrt2RW1FI/AAAAAAAAAAM/NyIXCjYTlvk/s1600-h/musiumkartinil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SAnrt2RW1FI/AAAAAAAAAAM/NyIXCjYTlvk/s200/musiumkartinil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190939218416161874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ain, sebagian besar isi museum Kartini adalah benda-benda peninggalan, ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;foto-foto&lt;/span&gt; pribadi dan keluarga (konon di jaman kamera masih langka, Kartini sudah hobby berfoto!), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;naskah-naskah&lt;/span&gt; tulisan tangan (terlihat Kartini sangat produktif dalam menulis), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perabotan ruma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;h &lt;/span&gt;yang beliau gunakan semasa hidupnya, dan beberapa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karya seni &lt;/span&gt;yang beliau pernah buat, seperti lukisan. Selain milik Kartini, di ruang lain terdapat pula benda-benda milik keluarga, koleksi peninggalan bersejarah di Jepara, dan benda kerajinan khas Kabupaten Jepara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks museumnya terdiri dari beberapa gedung.  Yang unik, masih di dalam kom&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SAnsBGRW1GI/AAAAAAAAAAU/SUtv_kYn6-A/s1600-h/pati_kartini1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SAnsBGRW1GI/AAAAAAAAAAU/SUtv_kYn6-A/s320/pati_kartini1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190939549128643682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pleks museum yang ada di jalan Alun-alun no.1 ini terdapat bangunan lama tempat Kartini mengajar anak-anak pribumi di masa lalu.  Menurut catatan museum, gedung ini mulai dibangun 1975, dan resmi dibuka tahun 1977. Harga masuknya pun murah, cuma seribu rupiah (untuk dewasa). Ketika pulang dari sana, sempat terpikir selintas, sepertinya Kartini terlahir terlalu awal, padahal sebagian besar ide dan pemikirannya sangat relevan diterapkan pada generasi berikutnya. Selamat Hari Kartini!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-6819150209361741042?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/6819150209361741042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=6819150209361741042&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6819150209361741042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6819150209361741042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/04/ada-apa-di-museum-kartini.html' title='Ada Apa di Museum Kartini?'/><author><name>MYA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15981443745543977252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SUR0qPC-tuI/AAAAAAAAAB4/6mWkzdC7HEU/S220/020.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M3Q71OQaQOY/SAnrt2RW1FI/AAAAAAAAAAM/NyIXCjYTlvk/s72-c/musiumkartinil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-7859524317461604487</id><published>2008-04-19T01:00:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:36:32.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur green'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taman'/><title type='text'>Green Festival (18April-20 April 2008)@ Parkir Timur Senayan Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAmnQRTcQBI/AAAAAAAAAHM/5oJs6kxvulg/s1600-h/AlmadenRocksTreesGrass20060.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAmnQRTcQBI/AAAAAAAAAHM/5oJs6kxvulg/s320/AlmadenRocksTreesGrass20060.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190863943485898770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;image source:http://outside.danmitchell.org/images/AlmadenRocksTreesGrass20060.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menyambut hari bumi (22April),dari tanggal 18-20 April diadakan acara bertajuk Green festival yang disponsori oleh PT. Unilever TBK,Kompas,Female Radio, Pertamina, dan Metro TV. Acara ini adalah kampanye berkelanjutan dari Konferensi Bumi (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Earth Summit&lt;/span&gt;) di tahun 2007. Tujuannya tak lain untuk memaparkan bahaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;global warming&lt;/span&gt; pada level masyarakat umum. &lt;br /&gt;Masih banyak masyarakat yang belum tahu isu  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;global warming.&lt;/span&gt; Oleh karena itu, festival tersebut dikemas dalam acara yang lebih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;, dengan tata letak yang dibuat dalam 3 zoning , dimana salah satu zoning dibuat dengan membagi ruang seperti di dalam rumah. Ada selasar labirin sebagai pintu masuk, yang berisi foto-foto, kartun karya Benny dan Mice, dan video bertemakan gejala-gejala yang terjadi di alam. Setelah melewati labirin, terdapat presentasi tentang pembuatan sumur resapan biofori dan tanaman pendukung untuk menjaga ekosistem seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;vetifer&lt;/span&gt; (akar wangi) dan tanaman buah lainnya yang dikemas dalam tema "halaman". &lt;br /&gt;Usai melewati halaman, kita diarahkan untuk memasuki area "garasi". Terdapat beberapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;display&lt;/span&gt; yang mempresentasikan "penderitaan" bumi akibat penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Kendaraan pribadi ternyata bisa membuang 700m2 lahan hanya untuk menampung pemilik kendaraan sebanyak 72 orang saja. Setelah menikmati sajian presentasi bertema garasi, terdapat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mock up&lt;/span&gt; ruang seperti ruang keluarga, ruang kerja, dan dapur. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mock up&lt;/span&gt; ini banyak bercerita tentang efisiensi listrik dan air. Terdapat pula &lt;span style="font-style:italic;"&gt;media room &lt;/span&gt;Kompas sebagai salah satu sponsor utama. Di layar LCD yang tersedia, terdapat presentasi video yang menceritakan proses daur ulang limbah percetakan.&lt;br /&gt;Di zona selanjutnya terdapat tenda-tenda  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bazaar&lt;/span&gt; yang berhubungan dengan materi konservasi lingkungan , presentasi mengenai bahaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;global warming&lt;/span&gt; kepada anak-anak,  dan panggung hiburan. Seru lo acaranya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber lain:&lt;br /&gt;http://www.kompas.com&lt;br /&gt;http://www.tekmira.esdm.go.id&lt;br /&gt;http://www.iptek.net.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-7859524317461604487?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/7859524317461604487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=7859524317461604487&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7859524317461604487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/7859524317461604487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/04/image-sourcehttpoutside.html' title='Green Festival (18April-20 April 2008)@ Parkir Timur Senayan Jakarta'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAmnQRTcQBI/AAAAAAAAAHM/5oJs6kxvulg/s72-c/AlmadenRocksTreesGrass20060.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4077652946771647644.post-6230532060589290151</id><published>2008-04-15T03:56:00.001-07:00</published><updated>2008-04-15T05:01:08.854-07:00</updated><title type='text'>Judul Perkenalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SASUkYWKKAI/AAAAAAAAAG8/h7sFDxSZIY8/s1600-h/IMG_3548.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SASUkYWKKAI/AAAAAAAAAG8/h7sFDxSZIY8/s320/IMG_3548.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189436023369246722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo&lt;br /&gt;Akhirnya kami berhasil mencuri sedikit waktu untuk menyelesaikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngarsitek&lt;/span&gt; ini.&lt;br /&gt;Blog ini akan berisi konsep-konsep dan review tentang arsitektur tanah air dan luar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nagri&lt;/span&gt; yang sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kadung&lt;/span&gt; menjadi sumber referensi.&lt;br /&gt;Kami berharap, suatu saat negeri ini bisa maju, memunculkan karya arsitektur yang bersinar, memberikan inspirasi sampai menyeberangi benua. &lt;br /&gt;karya arsitektur tak harus bangunan. Pemikiran dari arsitek-arsitek  pun sangat diperlukan. Paham-paham modernisme, post modernisme, dekonstruksi yang awalnya digunakan pada pattern bangunan arsitektur, sudah diterjemahkan dalam paham-paham filsafat dan ilmu-ilmu praktis lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ngarsitek menjadi sebuah awal dari era kejayaan berpikir arsitek Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4077652946771647644-6230532060589290151?l=ngarsitek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngarsitek.blogspot.com/feeds/6230532060589290151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4077652946771647644&amp;postID=6230532060589290151&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6230532060589290151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4077652946771647644/posts/default/6230532060589290151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngarsitek.blogspot.com/2008/04/judul-perkenalan.html' title='Judul Perkenalan'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SASUkYWKKAI/AAAAAAAAAG8/h7sFDxSZIY8/s72-c/IMG_3548.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
